Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Agu 2019 10:24 WIB

Laba Perusahaan Raksasa Migas Saudi Turun 12% ke Rp 656 T

Endah Sekar - detikFinance
Ilustrasi/Foto: BBC Ilustrasi/Foto: BBC
Jakarta - Saudi Aramco melaporkan penurunan laba bersih semester I-2019 sebesar 12% menjadi US$ 46,9 miliar atau sekitar Rp 656 triliun (kurs Rp 14.000) karena melemahnya harga minyak secara global.

Pengungkapan ini bertepatan dengan penawaran umum saham perdana Saudi Aramco. Meski demikian, Aramco masih menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia. Sebagai perbandingannya, Apple Inc. menghasilkan laba sebesar US$ 31,5 miliar di semester I-2019.

Perusahaan asal Saudi ini memproduksi 10 juta barel minyak mentah per harinya. Baru-baru ini Aramco kian dikenal terkait rencananya menjual saham perdana (IPO). Rencana ini berhembus pada 2018 dan hingga kini belum terjadi.


Chief Financial Officer Khalid Al-Dabbagh mengatakan perusahaan siap untuk IPO. Namun waktunya masih menjadi misteri.

"Ini adalah masalah pemegang saham, dan mereka akan mengumumkannya berdasarkan persepsi mereka tentang kondisi pasar yang optimal," kata Al-Dabbagh.

Perusahaan minyak Saudi mengumumkan laba pertama kalinya pada April senilai US$ 111 miliar dan di tahun 2018 menghasilkan pendapatan US$ 356 miliar.


Selain itu, Aramco juga tengah mengambil alih 20% saham perusahaan kimia Reliance Industries India. Chairman Reliance Mukesh Ambani pada Senin (12/8/2019) mengatakan, hal tersebut merupakan investasi asing terbesar di India.

Aramco telah menyetujui untuk memasok sekitar 500.000 barel minyak mentah per harinya ke kilang Reliance.

Simak Video "BKPM Patok Harga Nikel Dalam Negeri US$ 30 Per Metrik Ton"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com