Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Agu 2019 16:16 WIB

JK ke Pertamina: Tanda Tangan Perjanjian Dibuka Wapres Masa 10 MW

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna/detik.com Foto: Grandyos Zafna/detik.com
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) hadir dalam acara konferensi Geothermal ke-7. Dalam sambutannya JK menyindir kerja sama energi yang hanya berkapasitas 10 megawatt, tapi memanggil wapres.

"Saya mengatakan minta maaf tadi, Dirutnya Pertamina Energi ya mbok kalau mau tandatangan perjanjian dibuka wapres dan menteri masa 10 MW, 200 kek, dengan asing lagi. Kalau kerja sama dengan pengusaha lokal boleh lah ya, 10 mega pakai perjanjian diteken aduh kelewatan itu, tidak percaya diri," kata JK saat hadir membuka The 7th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di Jakarta Convention Centre, Selasa (13/8/2019).

JK menilai pengembangan energi terbarukan di Indonesia masih sangat lambat. Dia memberi contoh salah satu pengoperasian PLTP Kamojang yang tidak berkembang sejak 35 tahun lalu.


"Jadi bukan barang baru kita mengenal geothermal di Indonesia. Kebetulan 35 tahun kapasitas Kamojang berapa 35 MW juga, jadi tahun depan 35, 35 megawatt ," jelas JK.

JK menyinggung banyaknya pameran maupun konvensi namun tidak berdampak kemajuan energi terbarukan. JK meminta jajarannya bekerja lebih serius.


"Jadi kalau kita bisa mengatakan bahwa walaupun sudah tujuh konvensi Pak Ketua, ini kemajuannya lambat sekali. Tujuh kali bikin pameran, hasilnya baru 2.000 megawatt," tutur JK.


JK berpesan agar jajaran yang terkait lebih banyak belajar pengembangan energi terbarukan dari negara maju.

"Sehingga lain kali berhenti dulu bikin pameran, ke lapangan saja semua dulu, masih banyak pameran kita jalan-jalan juga, kalau konferensi apa sih yang dikonferensikan semua bikin seminar itu2 juga yang dibacakan, apa yang lain? Kalau pengetahuan ini belajar saja dari Islandia, New Zealand, atau Amerika tentang teknologi, tidak ada yang berat," jelasnya.

Simak Video "JK di Hadapan TNI-Polri: Jika Diserang Harus Serang Balik"
[Gambas:Video 20detik]
(fdu/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed