Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 16:50 WIB

Inovatif Bangun Infrastruktur, PGN Raih IDX Channel Innovation

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Foto: Dok. PGN Foto: Dok. PGN
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meraih penghargaan The Most Innovative Company in Infrastructure, Utilities, and Transportation Sector dari IDX Channel Innovation Awards 2019.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso Soewarto, mengatakan penghargaan ini menjadi bukti dari komitmen dan konsistensi PGN selama lebih dari setengah abad untuk selalu mengedepankan inovasi yang dilakukan di lingkungan perusahaan demi memastikan inovasi yang ada membawa nilai tambah dan benefit bagi perusahaan.

"Kami bersyukur bahwa PGN sebagai subholding gas bumi mampu menjalankan peran strategisnya untuk mewujudkan kemandirian energi melalui inovasi yang telah kami lakukan. Hal ini tidak terlepas dari SDM yang inovatif sehingga masuk ke dalam corporate culture," ujar Gigih dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8/2019).

Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang selalu perusahaan ke depankan, lanjut Gigih, PGN terus membangun berbagai infrastruktur gas bumi agar mampu menjangkau lebih banyak pasar dan masyarakat di Indonesia.


IDX Channel Awards 2019 merupakan penghargaan bagi perusahaan terbuka dalam rangka memberikan apresiasi terhadap inovasi untuk kemajuan dunia pasar modal. Dari 648 emiten, PGN terpilih untuk nominasi perusahaan yang paling inovatif di bidang infrastruktur, utilitas, dan transportasi.

Kini subholding gas telah tersambung jaringan gas sepanjang lebih dari 10.000 km dan pipa jaringan gas rumah tangga pemerintah sepanjang lebih dari 3.800 km termasuk infrastruktur beyond pipeline baik berbasis Compressed Natural Gas (CNG) maupun Liquified Natural Gas (LNG) diberbagai wilayah di Indonesia.

Gigih turut mengatakan PGN sedang berinovasi menjaga ketahanan dan sustainability pasokan di wilayah Jawa Timur dengan melakukan pengembangan infrastruktur LNG di Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya. Hal ini dilakukan demi menjaga pengelolaan niaga gas bumi sebesar 900-950 BBTUD nasional. Bahkan diharapkan akan meningkat setelah penyelesaian proyek dan inovasi-inovasi lainnya.

Saat ini PGN melayani lebih dari 300.000 pelanggan di semua sektor, kelistrikan, industri, komersial, UMKM, transportasi, dan rumah tangga.


Awalnya, PGN merupakan BUMN stand alone yang kemudian menjadi anggota holding BUMN Migas dan mengambil peran sebagai subholding gas bumi. Sejak itu, PGN berintegrasi dengan PT Pertamina Gas mengelola rantai bisnis gas bumi. Mulai dari akuisisi pasokan gas, transmisi, distribusi, retail dan trading, storage dan processing, gas utilities, support, hingga bisnis lainnya.

"Kehadiran subholding gas ini juga akan menciptakan efisiensi pengelolaan infrastruktur gas termasuk menghilangkan tumpang tindih dalam perencanaan maupun pembangunan infrastruktur gas bumi antar badan usaha dalam subholding gas grup," jelas Gigih.

Setelah mengakuisisi PT Pertagas, PGN terus memperluas pengembangan infrastrukturnya. Melalui Pertagas, PGN tengah menyelesaikan beberapa infrastruktur utama. seperti proyek pipa transmisi Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 km dan jaringan pipa Gresik-Semarang sepanjang 528 km.

Untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mewujudkan bauran gas bumi 22%, PGN menargetkan pembangunan jaringan distribusi gas sebanyak 4,7 juta sambungan hingga tahun 2025. Sebanyak 78.216 sambungan diharapkan dapat dibangun tahun ini.

Simak Video "Ada Pipa Gas Bocor, Jalan MT Haryono Cawang Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)
pgn
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed