Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 18:03 WIB

Neraca Dagang Tekor, Pemerintah Genjot Penggunaan Minyak Lokal

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Wamen ESDM Arcandra Tahar/Foto: Danang Sugianto Foto: Wamen ESDM Arcandra Tahar/Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Sepanjang Januari-Juli 2019, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit US$ 1,9 miliar. Salah satu faktor utama defisit neraca dagang disumbang oleh tingginya impor migas.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pihaknya terus berusaha mengurangi impor migas dengan berbagai cara. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaan solar dengan campuran biodiesel B20 dan B30.

Selain itu, dia bilang kapasitas produksi Pertamina akan terus ditingkatkan agar mampu mensubstitusi kebutuhan migas di dalam negeri, sehingga impor juga bisa ditekan.

"Yang impor, beli dari Pertamina karena Pertamina mampu menyediakan seperti solar dan lain-lain. Ini juga untuk mengurangi impor kita," kata Arcandra.


Lebih jauh lagi, Indonesia akan mempertimbangkan untuk menerapkan bahan bakar dengan campuran minyak nabati 100% (B100) alias green diesel.

"Kalau teknologi sudah ada, tapi juga perlu waktu. Nggak bisa instan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan ekspor akan terus digenjot melalui sejumlah cara. Dalam jangka pendek, pemerintah juga akan mempercepat sejumlah perundingan dagang agar akses pasar terbuka.

"Kita lakukan misi dagang, promosi. Jadi bisa mendorong ekspor dalam waktu pendek," katanya.



Simak Video "Wamen Arcandra Beberkan Dampak Kenaikan Dolar dan Impor Minyak "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com