Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 11:25 WIB

Jokowi: Data Lebih Berharga dari Minyak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pidato Kenegaraan Jokowi (Zunita/detikcom) Foto: Pidato Kenegaraan Jokowi (Zunita/detikcom)
Jakarta - Kejahatan siber termasuk penyalahgunaan data harus diwaspadai. Sebab, data merupakan kekayaan baru yang lebih berharga dari minyak.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pidato Kenegaraan di Kompleks MPR-DPR Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak," kata Jokowi.


Maka dari itu, Jokowi menegaskan kedaulatan harus dilindungi termasuk regulasinya.

"Karena itu kedaulatan data harus diwujudkan hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi!," tegas Jokowi.


Namun, Jokowi menekankan, regulasi melindungi kepentingan rakyat sekaligus mempermudah rakyat menggapai cita-citanya.

"Sekali lagi, inti dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya. Regulasi harus memberikan rasa aman. Dan regulasi harus memudahkan semua orang untuk berbuat baik, mendorong semua pihak untuk berinovasi menuju Indonesia Maju," tutupnya.

Simak Video "Peringkat Menurun, Xiaomi Pasang Kuda-kuda untuk Rajai Ponsel Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com