Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 17:44 WIB

Jokowi Minta Avtur Dibuat dari Sawit, ESDM: Sedang Uji Coba

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta pemanfaatan minyak sawit untuk bahan bakar diperluas. Dia ingin avtur bisa diproduksi dari minyak sawit. Menurut Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto saat ini sudah dilakukan uji coba ke arah sana.

Dia mengatakan, uji coba tengah dilakukan di Kilang Dumai dan Kilang Plaju yang digarap oleh PT Pertamina (Persero). Persentase minyak sawit yang digunakan memang masih terbatas, belum 100%.

"Sedang uji coba. Komposisinya sekarang minyak sawit yang masuk dalam Kilang Dumai dan Plaju baru 12,5%. Nah ini akan kami tingkatkan dari waktu ke waktu sampai dengan B100," jelasnya.


Pihaknya belum menargetkan kapan avtur ini bisa menjadi B100 alias penggunaan minyak sawit 100%. Yang jelas hal itu akan diupayakan secepat mungkin.

"Bertahap lah (menuju B100) makin cepat makin baik," sebutnya.

Bahkan bukan cuma solar dan avtur, B100 akan diperluas ke bahan bakar bensin dan elpiji. Artinya ada empat bahan bakar yang mengarah ke B100.

"Jadi empat ini target kami yang B100 itu. Jadi bisa menghasilkan solar murni, bensin, murni, avtur dan elpiji," sebut Djoko.

Ujung-ujungnya itu bakal mengurangi impor migas yang sekarang masih menyebabkan defisit neraca perdagangan. Dia mencontohkan, elpiji yang impornya masih tinggi, dengan adanya B100 akan berkurang.



"Jadi bisa mengurangi impor elpiji kita. Sekarang kita impor elpiji kan cukup banyak. Nah ini yang kami mau dorong terus supaya pelaksanaannya bisa lebih cepat," tambahnya.

Jokowi mengungkapkan keinginannya agar Indonesia tak lagi mengimpor avtur. Jokowi bahkan ingin Indonesia bisa melakukan ekspor avtur serta memproduksinya dengan bahan sawit.

"Kita sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi. Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa ekspor avtur, kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit," tuturnya di Sidang Bersama DPD-DPR RI 2019, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Simak Video "Tak Penuhi Standar, Thailand Kembalikan 25 Kontainer Kelapa RI "
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com