Anak Usaha Pupuk di Bidang Energi Kantongi Laba Rp 72 M

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 19 Agu 2019 11:30 WIB
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi) mengantongi laba Rp 72 miliar di 2018. Keuntungan atau laba perseroan tercatat mengalami pertumbuhan.

Pada 2014, laba hanya sebesar Rp 21 juta. Kemudian pada 2015 langsung melejit menjadi Rp 7 miliar. Di 2016 tumbuh menjadi Rp 35 miliar. Pada 2017 meningkat menjadi Rp 37 miliar.

"Terakhir, di 2018, laba melonjak secara signifikan menjadi Rp72 miliar," ujar Direktur Utama PI-Energi, Tentaminarto Tri Februartono, Senin (19/8/2019).


Aset PI-Energi tercatat terus tumbuh. Tenta mengutarakan, pada saat didirikan pada tahun 2014, aset anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpinnya berjumlah Rp 298 miliar. Kemudian pada 2015 meningkat menjadi Rp 321 miliar, di 2016 melonjak signifikan ke Rp 1,28 triliun, dan 2017 bertambah menjadi Rp 1,63 triliun

"Terakhir di 2018, jumlah aset mencapai Rp 1,87 triliun," katanya.

Tak hanya aset, pendapatan perseroan juga terus bertumbuh. Tenta menjelaskan jika pada 2014 dan 2015, perseroan memang belum memiliki pendapatan sama sekali atau Rp 0. Namun pada 2016, pendapatan langsung melejit menjadi Rp 409 miliar. Kemudian pada 2017 melesat menjadi Rp 822 miliar dan terakhir pada 2018 tumbuh menjadi Rp 840 miliar.

Capaian-capaian di atas, menurut Tenta dapat diraih oleh perseroan berkat dua aksi korporasi yang telah dilakukan yaitu akuisisi Kaltim Daya Mandiri (KDM), perusahaan pembangkit listrik yang terletak di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE) milik Pupuk Kalimantan Timur (PKT) pada akhir 2016.

Selain itu, Tenta menambahkan jika PI-Energi juga berhasil dengan baik membangun Gresik Gas Cogeneration Plat (GGCP) di Kawasan Industri Petrokimia Gresik di Jawa Timur. GGCP mulai beroperasi pada awal 2018 lalu.


Pada peringatan ulang tahun kelima yang bertema SDM Unggul, PI-Energi Maju, Tenta mengatakan seluruh jajaran perseroan, mulai dari direksi, manajemen dan karyawan tidak boleh berpuas diri. Setelah melakukan lompatan besar (quantum leap) pada lima tahun pertama, di lima tahun kedua menurutnya harus kembali dilakukan lompatan besar untuk kedua kalinya.

"Karena itu dibutuhkan SDM yang unggul," katanya.

Tenta mengutarakan SDM merupakan kata kunci untuk kemajuan di masa mendatang. Dia menggarisbawahi jika tema ulang tahun kelima PI-Energi terinspirasi dari tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada 17 Agustus 2019. Tenta menegaskan jika sdm yang profesional harus bisa menghargai keberagaman latar belakang hingga pemikiran sehingga memiliki wawasan global.

"Sekaligus terbuka terhadap perubahan dan kemajuan," katanya.

Simak Video "Sektor Digital Diharapkan Bisa Cetak Peluang Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)