Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Agu 2019 13:35 WIB

Waspadai Kerusuhan, 7 SPBU di Sorong Ditutup Sementara

Wilpret Siagian - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Antara Foto Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jayapura - Sebanyak tujuh unit Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Sorong, Papua Barat terpaksa harus ditutup menghindari adanya aksi anarkis para pendemo. Penutupan SPBU tersebut sesuai arahan petugas setempat.

"Penutupan SPBU tersebut sesuai dengan arahan aparat keamanan yang melihat situasi di wilayah Sorong belum kondusif," ujar Brasto Galuh Nugroho, Unit Manager Communication, Relation & CSR Marketing Operation Region VIII Pertamina di Jayapura, Rabu (21/8/2019).

Brasto mengatakan, sejak pagi ada empat SPBU di Sorong sudah sempat di buka dari pukul 08.00-10.00 WIT untuk melayani konsumen. Namun, aparat keamanan meminta pada pukul 10.00 WIT ditutup karena ada rencana aksi demo lanjutan.

"Atas saran dari aparat keamanan yang minta pukul 10.00 WIT agar ditutup karena situasi yang belum kondusif," ujarnya.


Keempat SPBU yang sempat dibuka pada pagi hari yakni SPBU di jalan Baru, SPBU kampung baru, SPBU di Km 9, dan SPBU di Km 18 klamono, Sorong.

Penutupan SPBU hanya terjadi di Sorong, Papua Barat, sementara daerah lain yakni Jayapura, Timika, Manokwari, dan Fakfak masih tetap beroperasi.

"Mudah-mudahan situasi semakin kondusif, sehingga SPBU bisa beroperasi," ujarnya.

Untuk ketersediaan stok BBM di lembaga penyalur wilayah Papua dan Barat Barat secara umum cukup. Di Manokwari pasca kerusuhan telah dilakukan penyaluran kembali setelah dibukanya kembali akses jalan yang sempat terblokir di dua titik dari dan menuju Terminal BBM Manokwari dengan pengawalan dari POM AL Papua Barat.



Simak Video "Polisi Diminta Tak Gunakan Senjata Saat Amankan Manokwari"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com