Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Agu 2019 19:30 WIB

PLTA Terbesar RI 9.000 MW Telan Biaya Rp 340 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi proyek PLTA/Foto: Dikhy Sasra Ilustrasi proyek PLTA/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Indonesia dibangun tahun ini. PLTA ini terdiri dari lima unit dengan nilai investasi beragam. Rentang biaya pembangunannya US$ 2,3-2,7 juta per megawatt (MW).

Total kapasitas PLTA ini adalah 9.000 MW yang artinya secara keseluruhan menelan biaya US$ 20,7 miliar-US$ 24,3 miliar. Mengacu kurs Rp 14.000/US$, investasinya yaitu Rp 289,8 triliun-Rp 340,2 triliun.

"(Investasinya) US$ 2,3-2,7 juta per MW. Kenapa tinggi? Karena akses ke lokasi butuh ekstra, termasuk jadi cost tersebut," kata Direktur Operasi PT Kayan Hydro Energy Co. Ltd Khaerony di JW Marriott, Jakarta, Rabu (21/8/2019).


Proyek ini didanai oleh Powerchina. Powerchina telah menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan.

Pada tanggal 13 April, Powerchina, bersama dengan PT Indonesia Kayan Hydropower Energy Co. Ltd., menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Kayan River di Indonesia.

"Investasinya itu investor kita dari Powerchina dengan Central Asia Capital Ltd. Itu investor kita. Kurang lebih joint venture. Kayan mayoritas dari investor yang ada," tambahnya.

PLTA ini akan dimanfaatkan untuk melistriki Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, serta untuk menambah ketahanan energi nasional.



Simak Video "Gandeng China, Pemerintah Akan Bangun PLTA Penghasil Listrik Terbesar"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com