Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 15:01 WIB

Jaga Ketersedian Biosolar, Pertamina Kepri Terapkan Kartu Kendali

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Pertamina Foto: Pertamina
Jakarta - Biosolar sesuai Perpres 191 tahun 2014, termasuk ke dalam jenis BBM tertentu (JBT) yang disubsidi oleh negara. Jumlahnya dibatasi oleh kuota yang diatur melalui APBN. Untuk itu, Pertamina ditugaskan pemerintah mengatur penyaluran Biosolar agar sesuai dengan kuota yang ditetapkan.

"Hingga September 2019, penyaluran Biosolar di Kepri sebanyak lebih dari 117 juta liter. Realisasi ini lebih besar 16% dibanding kuota yang ditetapkan BPH Migas," jelas Marketing Branch Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Kepri, Awan Raharjo dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2019).

Untuk itu, lanjut Awan, pihaknya bersinergi dengan Pemkot Tanjung Pinang dalam pengaturan Biosolar melalui kartu kendali, khusus pembelian Biosolar bagi bus pariwisata. Kebijakan ini berlaku hanya di SPBU 14.291.717 Tanjung Pinang. Dengan kartu kendali ini, setiap bus pariwisata diatur pembelian Biosolar sebanyak 60 liter per hari.


Menurut Awan, penerapan kartu kendali pada bus pariwisata ini adalah tahap pertama. Selanjutnya akan diterapkan bagi konsumen yang berhak menggunakan Biosolar bersubsidi. Sedangkan tahap akhir menggunakan sistem pembayaran non tunai seperti yang sudah diterapkan di Batam.

Ke depan, lanjut Awan, persyaratan mendapat kartu kendali non tunai atau fuel card adalah melampirkan bukti setor pajak kendaraan. Dengan begitu, kedisiplinan pembayaran pajak kendaraan dapat ditingkatkan. Ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Bagi konsumen non fuel card, kami sediakan BBM diesel berkualitas, Dex dan Dexlite. Dengan cetane number (CN) yang lebih tinggi dari Biosolar. Alhasil pembakaran lebih baik, konsumsi BBM pun lebih hemat dan lebih ramah lingkungan," ujar Awan.


Menurut Awan, konsumsi Dex dan Dexlite, selain bermanfaat bagi konsumen juga mendukung pembangunan daerah melalui pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB). Terbukti setoran PBBKB Pertamina di Kepri pada semester I 2019 sebanyak Rp 155 miliar, meningkat 5% dibanding periode serupa tahun lalu.

Awan memastikan kuota Biosolar cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2019. Oleh karena itu, masyarakat Kepri khususnya di Tanjung Pinang tidak perlu khawatir untuk ketersediaan Biosolar.

Simak Video "Hari Pelanggan, Pertamina MOR VII Bagikan Power Bank dan 'Lamborghini'"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com