Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Okt 2019 20:45 WIB

Pipa Pertamina di Cilacap Sempat Bocor, Ini Curhat Warga

Arbi Anugrah - detikFinance
1 Keluhan Warga
Halaman 2 dari 4
Foto: Arbi Anugrah/detikcom Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Hingga saat ini beberapa warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat dan mushola yang berada di Grumbul Karang Jetak, Desa Tarisi. Bau solar masih tercium pada radius 100 meter dari lokasi kebocoran pipa yang berada dekat dengan rumah rumah warga. Akses menuju lokasi kebocoran juga dijaga ketat oleh petugas kepolisian dan tentara.

"Kemarin tidak boleh ngerokok di depan rumah, sekarang sudah boleh, padahal jaraknya jauh, cuma arah anginnya. Yang jaga tentara. Hari ini sudah longgar, cuma masih ada penjagaan, jalan masih ditutup. Kalau mau ke lokasi harus lewat jalan tikus tapi disana ada penjagaan lagi," kata salah satu warga setempat, Yasin kepada wartawan yang datang ke lokasi.

Menurut Yasin yang rumahnya berbatasan langsung dengan tanggul Sungai Citanduy antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, hingga saat ini mendapatkan bantuan makanan dan air bersih. Pasalnya dia belum diperbolehkan menyalakan kompor dan menggunakan air sumur yang diduga tercemar limbah akibat rembesan solar yang mengalami kebocoran.

"Waktu kejadian anginnya kenceng, Tamanan layu, biasanya pakai sumur tapi ini dikirim, droping buat masak. Antisipasi. Ini air sumur belum terdampak saya pakai untuk mandi," jelasnya.

Sementara menurut Kepala Dusun Sidadadi Nasirin sebanyak 12 sumur warga di dusun tersebut tercemar solar yang merembes akibat kebocoran pipa penyalur milik PT Pertamina. Rembesan juga merusak sekitar 5 hektare lahan warga sekitar.

"Dari dua belas sumur warga yang tercemar, sebanyak enam sumur tercemar parah dan enam lainnya tercemar masih di ambang wajar. Tapi meski wajar, air sudah tidak bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari," ujarnya.

Dia mengatakan jika pada radius 200 meter dari lokasi bocornya pipa solar merupakan areal steril. Warga dilarang masuk dan hanya terdapat petugas Pertamina. Namun, pada radius 1 kilometer, aktivitas warga pun dibatasi, antara lain tidak boleh memasak atau menyalakan kompor, sehingga puluhan orang mengungsi ke tempat saudara atau tetangga.

Sejumlah tanaman yang rusak antara lain tanaman buah seperti pisang, jeruk, jambu, tanaman kayu seperti mahoni, sengon, albasia, laban.

"Tanaman layu kena minyak. Terutama pohon pisang itu sangat rawan dan sudah banyak yang roboh. Untuk pohon tanaman kayu belum roboh, tapi sudah menguning," ungkapnya.

(arb/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com