ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 16:08 WIB

India & China Bakal Jadi Target Pasar Energi Baru Terbarukan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ilustrasi Energi tenaga matahari/Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi Energi tenaga matahari/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kebutuhan energi secara global diperkirakan akan meningkat hingga 2040 mendatang. Group Chief Economist dari BP, Spencer Dale, menjelaskan pada 2040 mendatang permintaan atau kebutuhan dunia terhadap energi akan mengalami peningkatan.

Kebutuhan ini seiring dengan meningkatnya standar kehidupan di negara-negara Asia seperti India dan China. Dia menjelaskan, energi yang digunakan oleh industri dan bangunan menjadi sektor yang paling banyak membutuhkan tambahan energi, yakni mencapai sekitar 75% secara keseluruhan.

Sektor tersebut, menggunakan 75% dari peningkatan energi primer. Sementara, 85% dari pertumbuhan pasokan energi dihasilkan melalui energi baru terbarukan (EBT) dan gas alam bakal menjadi sumber pembangkit listrik global di 2040 nanti.


"Dunia energi sedang berubah," kata Spencer dalam acara 2019 BP Energy Outlook di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Spencer menjelaskan, transisi masuknya EBT ke dalam sistem energi global terhitung jauh lebih cepat dibanding bahan bakar apapun.

"Energi terbarukan dan gas alam sama-sama menyumbang sebagian besar pertumbuhan energi primer. Dalam skenario kami, 85% dari energi yang baru adalah karbon yang lebih rendah," jelasnya.

Lebih lanjut Spencer mengungkapkan, kebutuhan terhadap minyak secara global masih akan mengalami peningkatan. Sementara penggunaan batu bara secara global diperkirakan masih stagnan.



Simak Video "Kapal Wisata Terbalik di India, 12 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com