Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Nov 2019 08:37 WIB

Biang Kerok Harga Gas Industri RI Lebih Mahal dari Malaysia

Trio Hamdani - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Ilustrasi Foto: dok. Kemenperin Ilustrasi Foto: dok. Kemenperin
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengecek harga gas industri yang menurutnya mahal hingga dikeluhkan dunia usaha.

Jokowi pun memastikan tak ada kenaikan harga gas industri. Hal itu mengonfirmasi bahwa PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN batal menaikkan harga gas per 1 November 2019 ini.

Benarkah harga gas industri di Indonesia mahal? Apa biang keroknya?

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi menjelaskan bahwa harga gas industri di Indonesia relatif di tengah-tengah dibandingkan negara lainnya di Asia. Bila dibandingkan Malaysia memang Indonesia lebih mahal.

Harga gas industri Malaysia di hulu adalah US$ 4,5-6 sedangkan Indonesia US$ 6-8 per MMBTU. Lalu harga di pengguna, Malaysia US$ 7,5-8,21, Indonesia US$ 8-10 per MMBTU.

"Kalau dibandingkan negara-negara ASEAN, Malaysia memang lebih murah, di bawah sedikit," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Namun harga gas industri di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan Singapura US$ 12,5-14,5 dan China US$ 15 per MMBTU di tingkat pengguna.

"Di Singapura harganya (di pengguna) itu sekitar US$ 12,5 per MMBTU, nah di China itu sekitar US$ 15," sebutnya.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (toy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com