Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Nov 2019 13:39 WIB

Teken MoU, PLN Dukung Pemanfaatan Kendaraan Listrik MAB

Nurcholis Maarif - detikFinance
Foto: Nurcholis Maarif Foto: Nurcholis Ma'arif
Jakarta - PT PLN (Persero) meneken nota kesepahaman atau MoU dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) mendukung pemanfaatan kendaraan listrik produksi dalam negeri. PLN akan mendukung infrastruktur kelistrikan kendaraan ini dan memanfaatkan produk MAB, seperti bis, untuk kendaraan operasional unit kerjanya.

Penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dengan Presiden Direktur MAB Leonard di Kantor PLN pusat yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan yang juga Founder MAB Moeldoko. Turut hadir juga perwakilan Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM.

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya mendukung Perpres No 55 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.


"Produk jualan PLN mendapat kepastian. Menyambut baik dan ikut serta untuk mendorong keberhasilan implementasi kendaraan berbasis listrik maupun infrastruktur pendukungnya. MAB adalah stakeholder penting. Kerja sama ini berkaitan dengan memanfaatkan kendaraan bermotor listrik dalam negeri, " ujar Sripeni di Kantor PLN pusat, Rabu (6/11/2019).

"Ada beberapa poin kerja sama, MAB punya roadmap menuju kemandirian produksi dalam negeri. Kedua, pertukaran teknologi dan pengetahuan dan infrastruktur lainnya. Ketiga, fabrikasi kendaraan dan keempat, pilot project percontohan," jelas Sripeni.

Sementara itu, Presiden Direktur MAB Leonard Leonard mengatakan ini merupakan kerja sama kedua pihaknya dengan PLN. ia juga berharap PLN bisa ikut jadi motor penggerak produksi kendaraan berbasis listrik.

"Pertama dengan penggunaan energi listrik untuk kendaraan, yang kedua pemanfaatan produksi negeri. Dan penandatanganan yang ketiga nanti, semoga pas penyerahan mobil listrik," ujar Leopard.


Leopard juga mengatakan komponen dalam negeri bahan baku MAB baru 30-40%. Namun, pihaknya sudah mengumpulkan tenaga ahli dan riset yang sekarang sudah berjalan untuk membuat komponen ini meningkat hingga 60-80%.

"Kita sadari mobil listrik belum 100%. Tetapi, kita sudah mulai mengumpulkan tenaga ahli dan riset membuat motor yang sekarang sudah berjalan. Tahun depan kita buat motor sendiri, bulan depan prototipenya sudah keluar, langsung kita uji coba," ujar Leopard.

"Bahan bakunya ada di sini, kita akan men-develop sebuah baterai. Kalau sekarang komponen dalam negeri 30-40%, semoga nanti bisa 60-80% dan lebih," imbuhnya.

Simak Video "Luhut ke PLN Soal SPLU: Jangan Jadi BUMN Sentris!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com