Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Nov 2019 16:35 WIB

Tapal Batas

Senangnya Warga Pulau Buru Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Gusti/20detik Foto: Gusti/20detik
Tanjung Balai Karimun - Raut wajah masyarakat Pulau Buru kini lebih banyak tersenyum dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, masyarakat di perbatasan Indonesia dengan Singapura dan Malaysia ini sudah dapat menikmati aliran listrik selama 24 jam nonstop.

Pulau Buru berada di Kabupaten Tanjung Balai Karimun (TBK), Provinsi Kepri. Pulau Buru berada di Kecamatan Buru dan merupakan bagian dari 247 Pulau yang dimiliki Kabupaten Karimun. Letaknya di sisi tengah, diimpit oleh Kecamatan Kundur Utara dan Kecamatan Karimun.

Camat Pulau Buru, Helmi mengatakan warga wilayah perbatasan baru menikmati listrik selama 24 jam non-stop pada April 2019. Hal itu setelah adanya sambungan jaringan PLTU Tanjung Sebatak ke wilayah Pulau Buru.

"Sekarang listrik sudah 24 jam, semua pulau harus terang," ujar Helmi beberapa waktu lalu kepada detikcom.

Sebelumnya, masyarakat Pulau Buru hanya beroperasi selama 14 jam, mulai dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB sejak tahun 1990-an. Begitu masuk tahun 2015 awal, sistem kelistrikan diubah dan bertambah daya menjadi 18 jam.

Dengan kebutuhan listrik yang sudah terpenuhi, Helmi menjelaskan banyak perubahan yang positif dirasakan masyarakat. Dia mencontohkan seperti komunikasi lebih mudah lantaran telepon genggam yang dimiliki warga bisa diisi ulang dayanya (charge baterai) kapan saja.

Bahkan beberapa tempat ibadah seperti Masjid H Abdul Ghani yang menjadi lokasi pariwisata di Pulau Buru pun sudah dilengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC). Sehingga, warga perbatasan di Karimunbesar sudah merdeka dari kegelapan.

"Kalau sekarang komunikasi tidak ada kendala, lalu bermanfaat juga untuk pendidikan," jelasnya.

Senangnya Warga Pulau Buru Bisa Nikmati Listrik 24 JamSuasana Malam di Tanjung Balai Karimun/Foto: Gusti/20detik




Selain itu, lanjut Helmi, keberadaan listrik juga sangat menunjang beberapa lokasi pariwisata yang ada di Pulau Buru. Pariwisata itu mulai dari sejarah, religi, pemandian air hangat. Bahkan, perekonomian warga yang mayoritas nelayan sangat terbantu.

"Tetapi kita juga meminta infrastruktur lainnya, karena kalau orang sana (Singapura dan Malaysia) datang ke Karimun bilangnya ke Indonesia, sehingga kami menjadi wajah Indonesia," jelas dia.

Dari sisi pendidikan, Yu Hermansyah seorang guru SDN 009 Buru mengungkapkan bahwa sistem kelistrikan yang sudah beroperasi selama 24 jam membuat proses belajar mengajar semakin lancar. Khususnya bagi pelajaran yang membutuhkan visualisasi dari mesin elektronik.

Tidak hanya itu, proses administrasi sekolah pun sudah bisa dilakukan secara online.

"Dengan adanya PLN kita mampu memperlancar operasi, sebelumnya kita sulit, harus cari sumber listrik, itu ada genset, tapi kalau genset asik bekerja lalu bensin habis sehingga datanya hilang," kata Suherman.

"Pelajar siswa juga terdampak, karena ada pelajaran yang disampaikan dengan visual, dengan infocus, sehingga dengan melihat langsung daya tangkapnya cepat dibandingkan mendengarkan suara. Anak-anak mudah mengerti. Banyak nilai positifnya untuk anak-anak," tambahnya.

Sementara dari sisi usaha, masyarakat Pulau Buru pun terbantu. Seperti Suryati, wanita berusia 43 tahun ini kini berhasil menyekolahkan dua anak perempuannya hingga bangku strata 1 (S1) di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Kota Tanjung Pinang, Kepri.

Suryati berhasil memanfaatkan listrik PLN untuk menambah pundi-pundi keuntungannya dari berjualan kerupuk khas TBK, yaitu kerupuk udang dan ikan.

"Kalau dulu kalau api (listrik) nyala mana cukup, kalau sekarang 24 jam dapat pengaruh besar karena bisa kerjakan kapan saja. Kalau dulu (kerupuk) kerasnya nunggu dua hari karena lampu nyalanya terbatas," jelas dia.

Dia menceritakan, pasokan listrik PLN yang sudah melayani selama 24 jam nonstop memberikan dampak besar terhadap bisnisnya. Dia mengaku mampu mengumpulkan keuntungan sebesar Rp 2 juta setiap bulannya hanya dari usaha kerupuknya. Perlu diketahui, dirinya juga memiliki usaha lain seperti warung jajanan.

Suasana Malam di Tanjung Balai KarimunSuasana Malam di Tanjung Balai Karimun Foto: Gusti/20detik


Kerupuk hasil produksinya kini dijual ke beberapa wilayah di Kepri seperti TBK, Pulau Buru, Tanjung Batu, dan sesekali mendapat pesanan dari Singapura. Kini warha Pulau Buru tidak lagi murung dalam kegelapan.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Gemerlap di Perbatasan Indonesia Bagian Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com