Warga Pesisir Perbatasan Rindu Listrik

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 13 Nov 2019 16:56 WIB
Halaman ke 2 dari 2
2.

Warga Pesisir Perbatasan Rindu Listrik

Warga Pesisir Perbatasan Rindu Listrik
Foto: Hafiz/20detik

Lebih lanjut Ratna mengungkapkan hingga saat ini belum pernah ada realisasi pengaliran listrik dari PT Soma Daya Utama selaku swasta yang bertanggung jawab pada zona 1. Dirinya pun sempat senang ketika rukun tetangga (RT) setempat mendata warga untuk program listrik dari pembangkit swasta.

Namun sayang, dia mengatakan hingga saat ini belum ada realisasi yang nyata. Dirinya masih mengandalkan mesin diesel dengan ongkos Rp 50.000 setiap minggunya.

"Kemarin Pemda bilang ngobrol ke Camat, untuk soal kelistrikan. Soma kemarin lewat Pak RT, akan masuk api (listrik) tapi sampai sekarang belum ada. Sudah 30 tahun belum ada listrik yang masuk, cuma Pak RT saja data," tegas wanita berhijab ini.

Dengan listrik yang masih sangat terbatas, Ratna pun berharap kepada pemerintah setempat untuk bisa mengaliri listrik melalui PT PLN yang sudah ada dan bisa mengaliri listrik selama 24 jam di zona 1.

"Kami cuma hidup malam. Warga sini ingin sekali listrik masuk, kemarin adik bilang mudah-mudahan PLN masuk ke sini. Harapan dan keinginan kami hanya ingin listrik masuk 24 jam," jelas dia.

Sementara itu, Manager ULP PLN Cabang TBK Chrisman A Silitonga mengatakan pihaknya siap memasok listrik ke seluruh wilayah Tanjung Balai Karimun. Saat ini sudah ada kesepakatan untuk beberapa lokasi yang bisa dialiri listrik PLN.


"Zona 1 ada di atas, belum banyak perkembangan dari pemilik wilayah sendiri. Dan masyarakat di sana PLN tetap berkomit aliri listrik ke sana walapun sebaiknya pengusaha sendiri yang wajib," kata Chrisman.

PLN, lanjut Chrisman sudah melakukan beberapa kesepakatan untuk dapat mengaliri listrik bagi rumah tangga dan pelaku industri dengan kapasitas daya tertentu.

PLN sendiri sampai saat ini mengoperasikan PLTU Tanjung Sebatak dan PLTD Bukit Corak dengan total kapasitas listrik yang dihasilkan mencapai 35 Mw atau surplus 10 Mw dari beban puncak yang mencapai 28,2 Mw. Adapun, pelanggan yang sudah teraliri listrik PKN berjumlah 46 ribu, di mana 40 ribu merupakan rumah tangga, dan sisanya pelaku industri.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

(hek/fdl)