Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 15:56 WIB

Indika Energy Pegang 6,25% Kepemilikan PLTU 2 Cirebon yang Bermasalah

Trio Hamdani - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi Foto: Dina Rayanti Ilustrasi Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Kasus korupsi di balik izin pembangunan PLTU 2 Cirebon memasuki babak baru setelah KPK menetapkan GM Hyundai Enginering Construction Herry Jung sebagai tersangka.

Jung diduga memberi suap Rp 6,04 miliar kepada Sunjaya Purwadi Sastra sebagai Bupati Cirebon 2014-2019 terkait dengan perizinan pembangunan PLTU 2 Cirebon dari janji awal Rp 10 miliar.

"Pemberian uang tersebut dilakukan dengan cara membuat Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif dengan PT Milades Indah Mandiri, sehingga seolah-olah ada pekerjaan jasa konsultasi pekerjaan PLTU 2 dengan kontrak sebesar Rp 10 miliar," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dalam jumpa pers pekan lalu.

Tidak hanya Jung yang merupakan pihak kontraktor proyek, KPK juga mencegah dua orang saksi dari pihak pemegang saham yakni, Heru Dewanto dan Teguh Haryono, masing-masing sebagai Direktur Utama dan Direktur Corporate Affairs PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR).

CEPR merupakan konsorsium multinasional yang membangun pembangkit listrik mandiri atau independent power producer (IPP) PLTU 2 Cirebon berbahan bakar batu bara dan berkapasitas 1.000 MW dengan total nilai proyek US$ 2,2 miliar (Rp 28 triliun).

Konsorsium terdiri dari Marubeni Corporation, Prasarana Energi Cirebon, Korean Midland Power (KOMIPO), Samtan Corporation dan JERA. Heru yang dicegah KPK kabarnya orang Indika yang ditempatkan di CEPR. Selain Dirut CEPR 2014-2019, Heru Dewanto dalam rentang waktu yang sama juga menjabat Dirut PT Indika Multi Energi International, anak perusahaan PT Indika Energy Tbk.

Heru pernah mengungkapkan komposisi saham PLTU 2 Cirebon yaitu PT Prasarana Energi Cirebon 25%, sementara Marubeni 35%, Samtan 20%, KOMIPO sebesar 10%, dan JERA 10%.

"Kepemilikan Indika Energy di PLTU 2 Cirebon adalah melalui PT Prasarana Energi Cirebon (PEC), di mana Indika Energy memiliki 25% saham di PEC. Jadi, sebenarnya jumlah saham Indika Energy di PLTU Cirebon II adalah 6,25%," kata Head of Corporate Communications Indika Energy, Leonardus Herwindo.

Dalam PLTU I Cirebon yang beroperasi sejak 2012, Indika Energy juga memilki saham, yakni sebesar 20%.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com