Pertamina Diminta Turunkan Harga Avtur, Menhub: Atau Swasta Masuk!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 25 Nov 2019 16:32 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa harga avtur yang tinggi membuat beberapa beberapa rute penerbangan ditutup. Hal ini dikarenakan sepinya penerbangan karena harga tiket mahal.

Budi Karya juga menyatakan bahwa Kementerian BUMN dan Pertamina tidak menyesuaikan kembali harga avtur, dia akan meminta operator avtur lain untuk masuk menyediakan bahan bakar untuk maskapai.

"Secara khusus kami sampaikan ke Kementerian BUMN sambil re-balancing kami sudah minta operator avtur lain untuk masuk. Jadi kalau tidak turun kami minta toleransi untuk yang lain masuk," ucap Budi Karya saat rapat bersama Komisi V DPR, Jakarta, Senin (25/11/2019).


Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra justru mengatakan memang secara aturan operator avtur swasta bebas masuk ke Indonesia. Hal tersebut sudah diatur oleh Badan Pengatur Hulu (BPH) Migas.

"Secara regulasi Indonesia ini terbuka sebetulnya, BPH Migas aturannya sudah membuka kesempatan. Asalkan bisa memenuhi syarat dari BPH untuk pasarkan avtur ke Indonesia," jawab Basuki.


Yang jelas, menurut Basuki hingga kini cuma Pertamina saja yang layani distribusi avtur meski kesempatan terbuka untuk operator lain.

"Memang demikian, hingga kini hanya Pertamina saja yang melayani seluruh pelayanan avtur di Indonesia," ucap Basuki.

Kembali ke Budi Karya, selain avtur dia menjelaskan faktor lain yang membuat maskapai menutup rute, yaitu load factor alias tingkat keterisian yang rendah. Budi Karya mengatakan bahwa ada beberapa daerah yang tingkat keterisian pesawatnya kecil.

Dari data yang dipaparkannya rute yang mengalami seret penumpang adalah Manado-Naha, Melangguane-Miangas, Kao-Manado, Morowali-Kendari, Manado-Morotai, Ampana-Palu.

Simak Video "Aturan Baru Menhub, Pesawat Bisa Angkut 70% Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)