Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Nov 2019 14:43 WIB

Strategi Pertamina Jamin Pasokan Energi di Indonesia Timur

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Akfa Nasrulhak Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan terus melakukan sejumlah upaya demi memenuhi kebutuhan energi nasional, baik itu Bahan Bakar Minyak (BBM), gas maupun avtur. Meski begitu, masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya yaitu pada sulitnya distribusi, terutama di Indonesia Timur.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati hari ini berbicara tentang energi berkeadilan, seperti BBM Satu Harga agar semua masyarakat memiliki kemampuan untuk mendapatkan energi dengan harga yang terjangkau karena ketersediaan BBM yang melimpah. Ia pun menegaskan komitmen Pertamina terhadap program tersebut, terutama untuk Indonesia timur.

"Kita kenapa fokusnya di timur, karena masih menjadi kendala untuk BBM satu harga. Karena program ini harus sustain dan kita komitmen untuk mendukung program BBM satu harga ini," ujar Nicke, di sela-sela Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (26/11/2019).


Namun pihaknya menyadari bahwa cukup menantang untuk membuat harga BBM ataupun avtur terutama di Indonesia timur karena faktor infrastruktur di sana. Ia mencontohkan, misalnya untuk menyalurkan avtur, dipasok dari Cilacap dan harus dibawa menggunakan kapal menuju ke terminal bahan bakar minyak (TBBM) besar. Selanjutnya dikirim lagi menggunakan truk ke pelabuhan kecil untuk diangkut menggunakan kapal.

"Lalu pakai truck lagi baru sampai ke airport kecil. Jadi kita harus bangun infrastruktur untuk bisa menekan cost itu," tambahnya.

Karena itu, lanjut Nicke, tantangan lainnya adalah membangun distribusi supaya bisa menekan biaya mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17 ribu pulau. Maka itu, pihaknya akan terus berupaya membangun infrastruktur untuk ketahanan energi agar menekan distribusi.

"Jadi ketahanan untuk LPG, BBM dan Avtur itu kita tingkatkan. Ini diharapkan dapat menurunkan biaya distribusi sehingga kita tidak perlu terlalu banyak melakukan loading unloading. Karena faktor cuaca di Indonesia juga mempengaruhi. Pertamina akan terus melakukan improvement untuk melakukan efisiensi," bebernya.

"Ini akan terus kita lakukan, maka itu nanti pada perayaan HUT kita pada 10 Desember akan melakukan peresmian beberapa infrastruktur hilir di Indonesia Timur yang sudah kita bangun. Di mana salah satunya beberapa tambahan ketahanan Avtur di Sorong, dari 2,5 hari menjadi 22 hari," imbuhnya.

Simak Video "Slank Anggap Ahok Tepat Jadi Komut Pertamina"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com