Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Des 2019 15:30 WIB

Swasta Bakal Ikut Jual Avtur, Pengusaha: Dulu Ada BUMN yang Ganjal

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyambut baik rencana pemerintah membuka kesempatan bagi pengusaha swasta untuk menjual avtur di Indonesia. Pasalnya, selama ini hanya Pertamina yang menjual bahan bakar pesawat tersebut.

Dengan adanya persaingan, maka ia berharap harga avtur dapat lebih kompetitif dan berimbasnya pada penurunan harga tiket pesawat yang merupakan komponen vital dalam industri pariwisata Indonesia.

"Jadi paling tidak lebih kompetitif. Poinnya itu yang dirasakan masyarakat. Tiket itu tidak kompetitif. Dibanding rute yang sama di ASEAN, di Eropa juga. Sama-sama penerbangan 1-2 jam LCC (low cost courier), kita lebih mahal. Di mana tidak ada kompetisi itu harga akan mahal. Ini nggak fair dong, masa masyarakat dirugikan," tegas Hariyadi usai menghadiri rapat koordinasi omnibus law di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/12/2019).


Adapun pengusaha swasta yang diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk berjualan avtur di Indonesia adalah PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum (BP). Menurut Hariyadi, AKR sendiri sudah lama diwacanakan menjual avtur. Namun, hal tersebut tak kunjung terwujud dan membuat pihaknya jengkel.

"Iya sudah itu AKR, itu sudah lama. Kita justru kita itu jengkel, itu sudah dari kapan ya. Sejak Februari awal tahun ramai-ramai perkara harga tiket mahal. Saya juga Ketua PHRI komplain berat ke pemerintah kenapa mahal. Itu sebetulnya swasta sudah siap, ada AKR dan BP. Dia sudah siap. Tapi ditunda-tunda sampai hari ini," paparnya.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa tertundanya AKR dan BP berjualan avtur di Indonesia karena diganjal oleh salah satu BUMN.

"Selama ini diganjal, ada yang mengganjal dari pihak BUMN. Saya tidak usah sebut namanya. Waktu itu sudah siap, dijanji-janjikan melulu. Katanya habis pilpres, tapi mundur sampai sekarang," beber Hariyadi.


Menurut dia, sejak dulu pihak pemerintah sudah membuka peluang bagi swasta. Namun, selalu dicekal oleh BUMN yang dimaksud oleh Hariyadi.

"Menhub dan sebagainya sudah tidak ada masalah. Yang mengganjal itu BUMN. Sekarang sudah ada Pak Erick (Menteri BUMN) lebih baik. Kami lebih optimis dibanding kemarin. Memang diganjal kok, mereka bukan di kementerian teknis tapi BUMN," tutur dia.

Dengan adanya peluang ini, pihaknya selaku pengusaha sektor pariwisata berharap akan ada penyesuaian di harga tiket pesawat.

"Sekarang mungkin karena menteri sudah ganti semua, maka itu akan jalan. Jadi mesti ada kompetisinya dong. Dan waktu itu saya dengar dari AKR kalau dia nanti udah beroperasi, harga (avtur) bakal kompetitif dan itu bagus juga untuk (tiket) penerbangan. Itu aja sih poinnya. Jadi memang selama ini yang saya lihat, ada yang mengganjal memang dari BUMN-nya," pungkas Hariyadi.



Simak Video "Swasta Produksi Avtur, Erick Thohir: Welcome Saja, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com