Jokowi-Ahok dan Misi Kurangi Impor Migas

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 11 Des 2019 05:30 WIB
Foto: Ahok ke Istana (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Setelah sekian lama akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Basuki Tjahaja Purnama yang sekarang menjabat Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Pertemuan itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Pria yang akrab disapa Ahok itu tidak sendiri, dalam pertemuan itu dia ditemani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Kehadiran Ahok dan Bos Pertamina membahas misi menekan impor minyak dan gas (migas) yang menjadi biang kerok neraca perdagangan nasional defisit atau tekor.

Ahok mengaku diperintahkan Jokowi untuk membenahi masalah defisit alias tekor neraca perdagangan yang selama ini disebabkan oleh impor minyak dan gas (migas) dan produk petrokimia.

"Pesannya jelas. Tadi dijelaskan sama ibu (Dirut Pertamina), Presiden ingin memperbaiki defisit neraca perdagangan kita. Kunci paling besar sektor petrokimia dan migas," kata Ahok di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Ahok juga mengaku akan memonitor lebih ketat lagi mengenai penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang selama ini dikeluhkan habis.

"Beliau akan monitor siapa yang sebetulnya dapat subsidi, karena selama ini kan bilang habis habis habis. Pertamina sudah bikin semua, tugas saya bukan campuri bisnis Pertamina, tugas saya itu mengurusi manajemennya. Beliau yang mengurusi bisnis, karena saya komut (komisaris utama)," jelasnya.

Seperti apa arahan tegas Jokowi?

Jokowi-Ahok dan Misi Kurangi Impor Migas

Selanjutnya
Halaman
1 2