Bayar Bensin Lewat HP di SPBU, Bahaya Nggak Tuh?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 31 Des 2019 14:18 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Keputusan PT Pertamina (Persero) yang akan menerapkan transaksi non tunai di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi sorotan. Pasalnya, jika masyarakat bertransaksi menggunakan dompet digital seperti LinkAja saat membeli bensin maka diharuskan untuk menggunakan handphone.

Hal ini bertolak belakang dengan larangan yang ada di setiap SPBU. Di mana pengunjung tidak boleh memainkan alat komunikasi. Lantas, bagaimana tingkat keamanan konsumen jika menggunakan LinkAja saat membeli bensin?

Head of Corporate Communication LinkAja, Putri Dianita Ruswaldi menjelaskan bahwa keberadaan LinkAja dalam bertransaksi di SPBU sudah diuji beberapa kali keamanannya oleh pihak Pertamina.

"Jadi pihak kami dan Pertamina memang sudah menguji berapa kali. Keamanan bertransaksi di pom bensin tuh sudah dijamin," kata Putri saat dihubungi detikcom, Selasa (31/12/2019).


Menurutnya, larangan penggunaan handphone di SPBU hanya untuk penggunaan via telepon. Sedangkan jika untuk bertransaksi dijamin aman karena durasi bertransaksi yang juga singkat.

"Jadi yang dilarang itu kan penggunaan ketika kita nelepon, kita nelepon di SPBU itu kan dilarang. Tapi ini hanya bertransaksi menggunakan QR code itu nggak sampai satu menit kok," sebutnya.


Hal yang sama juga dikatakan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman. Di hubungi secara terpisah ia mengatakan bahwa bahaya penggunaan handphone saat pengisian BBM hanya untuk menerima panggilan masuk dan keluar.

"Bahaya penggunaan portable electronic product timbul pada saat seperti ketika digunakan buat panggilan masuk atau keluar. Sedangkan penggunaan pembayaran dengan pemindaian tidak menggunakan mode tersebut," katanya.

Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)