Banjir Sudah Surut Kenapa Listrik Belum Nyala?

ADVERTISEMENT

Banjir Sudah Surut Kenapa Listrik Belum Nyala?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 02 Jan 2020 13:58 WIB
Ilustrasi/Foto: Banjir di Kemang IFI (yoki/detikcom)
Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan ada beberapa sebab yang membuat perseroan belum bisa menyalakan listrik karena dampak banjir. Beberapa penyebab itu yakni gardu distribusi, rumah warga hingga gardu induk terendam air.

Mengutip keterangan tertulis PLN, gardu distribusi yang di Jabodetabek mencapai 23.700 gardu. Sementara yang kena dampak banjir sebanyak 5.010 gardu di mana 2.542 menyala dan 2.399 masih padam. Meski banjir di beberapa wilayah sudah surut, namun PLN tak langsung menyalakan listrik.

"Beberapa lokasi pelanggan mungkin sudah surut dan sudah melaporkan ke Contact Center PLN 123 namun belum menyala. Ini bisa saja karena gardu distribusi yang mengalirkan listrik ke rumahnya masih terendam, sehingga belum bisa memasok listrik," ungkap Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka dalam keterangannya, Kamis (2/1/2020).


PLN terus berupaya untuk menyalakan kembali aliran listrik di lokasi-lokasi yang sebelumnya terdampak banjir dengan melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir. Hal ini dilakukan untuk memastikan peralatan di gardu distribusi dalam keadaan siap beroperasi.

Sebelum menyalakan aliran listrik, PLN akan memastikan jaringan listrik warga sudah kering dan siap untuk dialiri listrik dengan menandatangani berita acara penyalaan bersama perwakilan warga.

Beberapa gardu yang sudah mulai dinyalakan yakni Joglo, Karang Tengah Permai, Puri Beta Cipadu, Ciledug Indah, Kayumas, Taman Asri Gaga Larangan, Bintaro, Ciputat, Ciracas, Kebun Jeruk, Kramat Djati, Marunda, Pondok Gede dan sebagian di Pondok Kopi, Bulungan, dan Menteng.


Sebaliknya, karena tingginya genangan air, beberapa wilayah terpaksa dipadamkan seperti di Jakarta meliputi Pengadegan, Cempaka Putih, Cengkareng dan Lenteng Agung. Untuk Bogor dan Depok meliputi Jaga Baya, Batu Jajar, Kawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, Pakansari, Jasinga, Bunar, Cigudeg, Pasirmadang, Kawasan Industri Bogorindo, Pomad, Perum Vila Bogor Indah, Komplek Brimob Kedunghalang, Vila Nusa Indah, Bumi Mutiara.

Sementara Bekasi meliputi Perumahan Darmawangsa, Jatimulya, Perumahan Pondok Hijau, Jl Djuanda, Kel Margajaya, Perumnas 3 Bekasi, Cipendawa, Bojongmenteng, Bantargebang, Kemang Pratama, Kota Legenda, Perumahan Narogong, Mustika Jaya, Jl Raya Pekayon, Jl Lumbu Timur, Jl Raya Rawalumbu, Duren Jaya Bekasi Timur, Jl Pangeran Jayakarta, Jl Inspeksi Kalimalang, Kawasan Gobel Cibitung, Jl Raya Cibitung, Kota Serang Baru, Jl Raya Tambun, Wanasari, Taman Rahayu Setu, Perumahan Bekasi Regency, Graha Buana Cikarang, Cikarang Baru, Jababeka, Jl Raya Lemah Abang.

"PLN mohon maaf untuk pemadaman sementara yang dilakukan, kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik. Jika memang sudah siap dinyalakan, pasti akan kami nyalakan," tambah Made.

Banjir Sudah Surut Kenapa Listrik Belum Nyala?


Simak Video "3 Tantangan Kendaraan Listrik di Indonesia, Nggak Cuma Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT