Jenderal Iran Dibunuh AS, Harga Minyak Naik ke US$ 68/Barel

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 04 Jan 2020 16:37 WIB
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta - Serangan udara Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran. Mayor Jenderal Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds tewas dalam serangan udara AS di Baghdad pada Jumat (3/1) pagi yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump guna 'melindungi personel AS di luar negeri'.

Tewasnya pimpinan militer Iran diikuti kenaikan harga minyak. Harga minyak brent melonjak 3,6% ke level US$ 68,60 per barel pada Jumat (3/1) kemarin. Minyak berjangka AS juga naik 3,1% ke US$ 63,05 per barel. Ini merupakan kemnaikan terbesar dalam sebulan terakhir dan harga tertinggi sejak September.


Tewasnya Jenderal Iran tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang menjadi rumah bagi negara-negara penghasil minyak. Presiden Iran Hassan Rouhani mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa ia kan membalas kejadian ini.

"Tindakan yang paling mungkin dilakukan adalah terhadap tanker dan fasilitas minyak," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior Asia Pasifik di Oanda dikutip dari CNN, Sabtu (4/1/2020).

Namun Halley ragu kenaikan harga minyak yang terjadi pada kemarin akan bertahan lama. Pasalnya, kenaikan harga minyak sebesar 14% pada September lalu yang terjadi karena fasilitas produksi Arab Saudi mengganggu 5% pasokan minyak global.



Simak Video "China Siap Perang Jika Ada yang Berani Pisahkan Taiwan"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/fdl)