Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Jan 2020 19:30 WIB

Ahok Kesal Harga BBM Pertamina Tak Efisien, Ini Kata Menteri ESDM

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah sebulan lebih menjabat. Dia menceritakan harga BBM di perusahaan pelat merah itu menurut hitungannya tidak efisien.

Harga BBM non subsidi sudah turun, namun kata Ahok, perubahan harga tersebut termasuk telat jika dibandingkan SPBU asing seperti Shell yang sudah turun lebih dulu per 1 Januari 2019.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menanggapi hal tersebut. Menurut dia mungkin saja ada komponen-komponen yang membuat BBM Pertamina menjadi mahal dan itu dibebankan kepada konsumen melalui harga jual.


"Mungkin ada komponen-komponen yang terlalu mahal yang harus dibebani pada harga. Mungkin itu. Tapi detailnya tanya saja," kata dia di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Soal penurunan harga BBM yang lebih lambat dibandingkan kompetitor seperti Shell dan Total, Arifin memilih melihat harga BBM di Pertamina yang menurutnya tetap lebih murah setelah penyesuaian.

"Tapi kan (Pertamina) tetap di bawah harganya Shell. Tetep di bawah harganya Shell," tambahnya.

Ahok Kesal Harga BBM Pertamina Tak Efisien, Ini Kata Menteri ESDM

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com