Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Jan 2020 11:15 WIB

Ini Biang Kerok Harga Gas Mahal yang Bikin Jokowi Mau Berkata Kasar

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat ingin berkata kasar karena harga gas industri mahal. Tapi akhirnya niat tersebut tak dilakukan. Sebenarnya ada tiga permasalahan yang harus diselesaikan jika Jokowi ingin harga gas industri lebih terjangkau.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menjelaskan permasalahan pertama yang harus dibereskan adalah memenuhi ketercukupan jaringan pipa gas.

"Ada permasalahan krusial di industri gas yang harus diselesaikan ya. Nah menurut saya ada tiga masalah utama yang harus diselesaikan. Yang pertama adalah ketercukupan pipa gas ya," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (7/1/2020).


Dia menjelaskan bahwa gas tidak bisa diangkat menggunakan moda transportasi, baik darat maupun udara sehingga harus didistribusikan menggunakan pipa. Namun dia menilai ketersediaan pipa gas belum mencukupi.

"Nah pembangunan pipa itu selama ini belum mencukupi dan PGN lah satu-satunya yang mau membangun tadi sehingga tidak cukup," sebutnya.

Masalah kedua adalah panjangnya rantai distribusi gas hingga sampai ke pelanggan, dalam hal ini pelaku industri yang membutuhkan gas. Itu juga berkontribusi menyebabkan harga menjadi mahal.

"Jadi ada beberapa trader non pipa yang dia ikut bermain di distribusi tadi dan dia dapat jatah gas, kemudian dia menjualnya juga ke PGN dan Pertagas yang punya pipa. Nah ini menjadi penyebab gitu ya," ujarnya.


Penyebab yang ketiga karena memang harga gas di hulu pada dasarnya sudah tinggi sehingga mau tidak mau harga di hilir akan mahal.

"Saya kira tanpa penyelesaian tiga masalah ini maka harga gas itu akan selalu mahal ya. Meskipun lima tahun yang lalu kan Jokowi sudah mengingatkan untuk turunkan (harga gas) tapi tidak mampu karena ketiga masalah itu belum diatasi," tambahnya.

Simak Video "Tipe Pebisnis di Masa Pandemi Corona Versi Ganjar Pranowo"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com