Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jan 2020 10:00 WIB

Selama Mudik Nataru, Konsumsi BBM Naik 16% hingga 27,9 KL/Hari

Nurcholis Ma - detikFinance
Foto: pertamina
Jakarta -

Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) PT Pertamina (Persero) hari ini resmi ditutup. Pertamina mencatat konsumsi puncak arus mudik terjadi pada 21-24 Desember 2019, sedangkan arus balik pada 4-7 Januari 2020.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami menjelaskan konsumsi puncak itu sesuai dengan estimasi Pertamina yang telah disiapkan sebelumnya.

"Berdasarkan tren Satgas Nataru tahun 2018, kami mengantisipasi kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap BBM, LPG, maupun Avtur sesuai dengan mobilitas masyarakat terutama di wilayah Jawa bagian Barat," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/1/2020).

Dewi menambahkan, kenaikan konsumsi tertinggi BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax Series) terjadi pada tanggal 21 dan 24 Desember. Masing-masing naik 16% dibanding konsumsi normal, yaitu 27,9 ribu Kiloliter (KL) per hari. Sementara pada arus balik yakni 4 Januari 2020, tercatat kenaikan sebesar 9%.

Sedangkan pada BBM jenis Gasoil (Solar dan Dex Series) naik 13% pada 22 Desember 2019. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi untuk Gasoil pada masa satgas. Pada arus balik, pengguna Gasoil tercatat memuncak pada 7 Januari 2020 sebesar 10% atau menjadi hampir 12 ribu KL per hari.

Sementara untuk LPG, Dewi mengungkapkan, konsumsi puncak terjadi pada 23 Desember 2019. Konsumsi LPG subsidi 3 kilogram (kg) naik 25% menjadi 8 ribu Metrik Ton (MT) per hari.

"Hal ini sudah kami persiapkan mengingat untuk kebutuhan masyarakat dalam memasak menjelang Hari Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Untuk Avtur, kenaikan puncak terjadi pada 22 Desember 2019 dan 5 Januari, masing-masing meningkat sebesar 9% dari konsumsi normal.

Dewi juga menjelaskan di wilayah MOR III Jawa Bagian Barat, Pertamina menyiagakan 14 SPBU Modular di tempat peristirahatan atau area parkir di sepanjang jalan tol yang tidak terdapat fasilitas SPBU. SPBU Modular juga ada di jalur non tol yang rawan macet, seperti di jalur Bandung-Tasikmalaya serta jalur Sukabumi-Pangandaran.

Pada masa Satgas, total konsumsi masyarakat di SPBU Modular Pertamina MOR III tercatat mencapai 135 KL. Konsumsi terbesar berasal dari pemudik di area jalan tol Jakarta-Cipali yakni di Rest Area Non SPBU KM86A.

"Sebagai SPBU tambahan, minat masyarakat terhadap Modular ini cukup tinggi. Modular memang menjadi fasilitas ketika masyarakat membutuhkan BBM namun masih jauh dari SPBU regular kami," ujar Dewi.

Selain Modular, pada masa Satgas layanan 16 Motor Kemasan dengan armada Pertamina Delivery Service (PDS) yang ditempatkan di Merak, jalur Tol Jakarta-Cikampek-Cipali, dari KM 42 sampai KM 130, serta jalur nontol Bogor-Puncak-Cianjur, dan Pangandaran, telah dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga Satgas Nataru dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kebutuhan energi masyarakat tercukupi dengan baik, dan kini masyarakat telah beraktivitas kembali dengan normal," kata Dewi.





Simak Video "Jurus Ahok Tangkal KKN di Pertamina: Semua Harus Ditransparankan!"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com