Disorot DPR, Ini Bukti Mafia Migas Masih Berkeliaran

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 20 Jan 2020 06:28 WIB
Bukti Mafia Migas Masih Berkeliaran. Ilustrasi Foto: Suhandi Ridho
Jakarta -

Mafia migas diyakini masih berkeliaran berburu rente. Mereka mencari keuntungan tanpa memperdulikan nasib pihak lainnya termasuk negara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali berbicara tentang mafia migas (minyak dan gas) dalam beberapa kesempatan. Dia berjanji akan menggigit mereka yang berlaku sebagai mafia.

Jokowi juga sudah memberikan wewenang kepada Komisaris Utama Pertamima Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk memberantas mafia migas.

Lalu apakah benar praktik mafia migas ada? Seperti apa modusnya?

Jegal Pembangunan Kilang

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi mengatakan, salah satu bukti adanya mafia migas adalah tidak adanya pembangunan kilang migas.

"Ada upaya sistemik menghalangi pembangunan kilang. Itu kan dikeluhkan Jokowi juga, sudah 35 tahun Pertamina tidak membangun kilang, padahal banyak juga investor seperti Saudi Aramco, ada Rusia, ada OOG (Overseas Oil & Gas) Oman itu sudah dalam tahap penandatanganan framework agreement, tapi sampai sekarang tidak ada satupun yang bisa direalisasikan," tuturnya kepada detikcom.

Fahmi yang pernah menjadi Tim Anti Mafia Migas yang pernah diketuai oleh Faisal Basri, meyakini mafia migas erat kaitannya dengan impor. Mereka hidup jika RI masih terus impor migas, oleh karena itu mereka melakukan berbagai cara untuk menghalanginya.

"Jadi kalau berdasarkan pada hasil temuan kami dulu, kemudian melihat gejala sekarang ini, salah satu indikatornya memang peningkatan impor migas, dan mafia migas bermain di impor tadi, berburu di impor," tambahnya.

Besarnya impor migas memang sudah menjadi perhatian Jokowi. Presiden mengaku sudah mengantongi nama dalang ddi balik impor migas yang mencapai 800 ribu barel per hari.

Lalu apa lagi kelakuan mafia migas?
Selanjutnya
Halaman
1 2