Alasan Pertamina Tak Optimal Lifting Migas: Gara-gara Sumur Tua

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Jan 2020 16:44 WIB
Foto: BBC
Jakarta - PT Pertamina EP menyebut bahwa sumur-sumur tua menjadi salah satu hambatan dalam mendorong lifting migas atau produksi migas siap jual. Bahkan di 2019 pun hal ini menjadi masalah bagi capaian lifting migas Pertamina sesuai APBN.

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan bahwa pihaknya saat ini terlalu banyak mengoperasikan sumur yang umurnya 40 hingga 50 tahun. Nanang mengatakan sumur tersebut memiliki kandungan air yang terlalu banyak.

"Kita ini ada mature field, kami banyak mengelola sumur yang umurnya 40-50 tahun tapi masih berproduksi. Rata-rata kandungan air dia atas 90%" ungkap Nanang saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Nanang mengatakan rata-rata sumur yang dioperasikan pihaknya cuma mengeluarkan 10% minyak, dan 90% hanya air. Bahkan ada yang mendekati 96% kandungan airnya. "Jadi sebenarnya kita sudah seperti PDAM 90% air 10% minyak. Bahkan sebagian mendekati 95-96% kandungan airnya," kata Nanang.


Belum lagi fasilitas produksi Pertamina pun banyak yang sudah tua. Akhirnya, beberapa sumur ditutup karena fasilitasnya tidak bisa digunakan.

"Bagi kami adalah production facility sudah banyak yang mature sehingga reliabilitasnya di bawah 100%. Kami struggle sepanjang 2019, beberapa unplanned shutdown menjadi isu kami," kata Nanang.

Di tahun 2019 sendiri memang Pertamina EP tidak berhasil mencapai target lifting migas. Untuk minyak capaiannya hanya 96%, dan gas 92,5%. Targetnya, 85 ribu bopd minyak dan 810 MMSCFD gas. Pertamina hanya mampu memproduksi 82.179 per hari (Barel Oil Equivalent Per Day/BOEPD) minyak dan 75 MMSCFD gas.



Simak Video "Kepala BPH MIGAS Ajak Masyarakat Optimistis Sambut New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)