Tekan Harga Gas, PGN Buka Opsi Impor

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 21 Jan 2020 17:52 WIB
Foto: Rachman Haryanto/Tekan Harga Gas, PGN Buka Opsi Impor
Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso mengatakan bahwa pihaknya akan membuka opsi impor gas alam atau liquefied natural gas (LNG) untuk menekan harga gas dalam negeri. Impor jadi pilihan untuk menyeimbangkan ongkos produksi.

"Mengenai impor, ini juga sebagai opsi, sebagai balancing apabila diperlukan harga yang jauh lebih kompetitif, yang bisa diperoleh dari sources LNG ke depan," kata Gigih di Graha PGAS, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dalam hal ini, Gigih menyampaikan beberapa opsi untuk menurunkan harga gas terutama untuk kebutuhan industri, sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, tingginya harga gas Indonesia ini membuat Jokowi kesal.


"Kami mendukung pemerintah maupun Bapak Presiden untuk menerapkan Perpres nomor 40 tahun 2016 dengan harapan untuk dukung sektor industri dengan harapan bisa mendukung sektor industri tumbuh dan berkembang secara kompetitif," terang Gigih.

Selain opsi impor, PGN juga mendukung opsi pengurangan porsi pemerintah dari hasil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam KKKS, porsi pemerintah itu sebesar US$ 2,2 per MMBTU.

"Tiga hal yang disampaikan Presiden pada prinsipnya kami dukung, yang pertama adalah pengurangan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dalam rangka menurunkan gas, tentunya ini tergantung pada kebijakan pemerintah dan SKK Migas nantinya seperti apa," papar Gigih.
Selanjutnya
Halaman
1 2