Masih Rendah di ASEAN, Konsumsi Listrik RI Digenjot

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 27 Jan 2020 22:45 WIB
Petugas PLN Distribusi Jakarta Raya, Area Bulungan, tengah melakukan pemeriksaan tegangan pada alat pembatas dan pengukur di rumah pelanggan R1. 900 VA, di daerah Gandaria Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Pemerintah telah memutuskan untuk tetap memberikan subsidi listrik kepada seluruh pelanggan PLN dengan daya 450 VA. Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: PLN Operasikan Gardu Induk 275 kV Sarulla-Padang Sidempuan (Dok. PLN)
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menargetkan konsumsi listrik di 2024 bisa mencapai 1.408 kWh per kapita. Pada 2019, konsumsi listrik 1.084 kWh per kapita.

"Peningkatan konsumsi listrik per kapita 2024 bisa mencapai 1.408 kWh per kapita," kata Airifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR Jakarta, Senin (27/1/2020).

Arifin mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target tersebut karena dibanding negara ASEAN yang saat ini maju, Indonesia masih tertinggal.


"Ini kalau kita bandingkan dengan ASEAN, negara-negara ASEAN yang dikatakan maju saat ini kita tertinggal. Untuk itu memang perlu program keseimbangan ketersediaan listrik," katanya.

Menurut Arifin, pemerintah akan mendorong program infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 5,4 giga watt (GW) di tahun 2020. Lalu, 6,4 GW (tahun 2021), 3,4 GW (tahun 2022), 6,2 GW (tahun 2023) dan 5,7 GW (tahun 2024).

Kemudian, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi 100% tahun ini dan terus dipertahankan.

"Kemudian penyelesaian rasio elektrifikasi 100%," tutur Arifin.



Simak Video "Transjakarta Mulai Uji Coba Bus Listrik Selama 3 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)