PLN Minta Harga Gas untuk Pembangkit US$ 6 per MMBTU

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 28 Jan 2020 20:30 WIB
PLTGU Cilegon
Foto: Michael Agustinus
Jakarta -

PT PLN (Persero) sedang mendorong gasifikasi, yaitu penggunaan gas untuk bahan bakar pembangkit sebagai pengganti BBM. Namun perusahaan pelat merah tersebut meminta harga gas yang dibeli oleh pihaknya diturunkan ke US$ 6 per MMBTU.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan menjelaskan bahwa harga gas rata-rata saat ini yang dibeli perusahaan listrik negara adalah US$ 9,3 per MMBTU.

"Lah iya (inginnya harga gas untuk PLN US$ 6). Kita hari ini belinya US$ 9,3 untuk 55 kargo, bayangin?" kata dia ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Pihaknya berharap harga gas yang dijual ke PLN tidak terlalu mahal dalam rangka mendorong gasifikasi seperti yang diamanatkan oleh pemerintah.

"(Harga gas) itu dia itu pertanyaan bagus. Gimana harga gasnya jangan mahal-mahal," sebutnya.

PLN sendiri sudah menghitung potensi penggunaan gas untuk pembangkit yang dimilikinya. Paling tidak pihaknya bisa mengurangi penggunaan BBM dari 2,6 juta kiloliter (kl) menjadi 1,6 juta kl.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan itu bakal menghemat biaya operasional hingga Rp 4 triliun.

"Dengan estimasi pengurangan biaya operasi sebesar Rp 4 triliun. Jadi penurunan konsumsi BBM jadi 2,6 juta kl menjadi 1,6 juta kl tersebut akan mengurangi biaya operasional," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII di DPR RI, Selasa (28/1/2020).



Simak Video "Uni Emirat Arab Kini Punya Reaktor Nuklir"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)