Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Jan 2020 12:52 WIB

Pertamina Punya 140 Anak Usaha, DPR: Jangan Ada Pertamina Tauberes

Anisa Indraini - detikFinance
Kantor Pertamina Gedung Pertamina/Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) yang memiliki 140 anak usaha dipertanyakan anggota DPR RI. Hal itu ditanyakan Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDIP Ismail Thomas saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Ismail khawatir ada anak usaha Pertamina yang mencapai 140. Ia takut ada anak perusahaan yang tak jelas bergerak di luar inti usaha seperti anak usaha Garuda yang namanya PT Garuda Tauberes Indonesia.

"Dengan ada anak perusahaan, cucu perusahaan, cicit perusahaan sampai 140 perusahaan ini apa benar? Di Garuda ada anak usaha Garuda Tauberes Indonesia, saya khawatir jangan ada Pertamina Tauberes Indonesia, kan sudah ada," kata Ismail.

Ismail langsung bertanya kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Ia mempertanyakan apa saja anak perusahaan sebanyak itu dan seberapa menguntungkan perusahaan tersebut bagi induk.

"Apakah ini efisien kalau sampai anak cucu 140? Karena kita bayangkan 1 keluarga punya anak 10 saja sudah macam-macam kelakuannya. Saya tanya apakah sudah diinventarisir perusahaan sebanyak ini? Kemudian mau diapain perusahaan sebanyak ini? Apakah ini semua menguntungkan Pertamina?," tanya Ismail.

Menjawab hal tersebut, Nicke mengatakan semua anak usaha yang dimiliki Pertamina sudah diinventarisir. Hampir 80% dari 140 anak usaha Pertamina dibentuk berdasarkan regulasi.

"Contohnya di hulu setiap wilayah kerja harus dibentuk jadi satu perusahaan. Jadi dari seluruh anak dan cucu perusahaan hampir 80% dibentuk karena regulasi," ucapnya.

Meski begitu, ia tidak menyangkal jika ada 11 anak perusahaan yang berada di luar inti bisnis perusahaan. Terkait hal ini Nicke mengatakan Kementerian BUMN akan membentuk holding untuk memasukkan kelompok perusahaan tersebut.

"Memang di luar core bisnis kami ada 11 perusahaan yang akan dikonsolidasi di Kementerian BUMN, itu sudah membentuk cluster-cluster atau holding-holding di mana ini nanti akan dimasukkan di kelompok tersebut," terangnya.



Simak Video "Jurus Ahok Tangkal KKN di Pertamina: Semua Harus Ditransparankan!"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com