Produksi B30, Pertamina Targetkan Serap 8,38 Juta KL Minyak Nabati

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2020 14:00 WIB
Melihat Kilang Terbesar Kedua di Indonesia

Petugas melakukan pengecekan jaringan pipa minyak di kilang unit pengolahan (Refinery Unit) V, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/04/2016). Kilang RU V merupakan kilang Pertamina terbesar ke-2 di Indonesia dengan kapasitas 260.000 barel per hari yang dihasilkan dari kilang Balikpapan 1 dan 2. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 360 juta barel per hari melalui program Refinery Development Master Plan. Hasil produksi dari kilang unit pengolahan (Refinery Unit) V didistribusikan ke Pangkalan Bun, Sampit, Pulang Pisau, Kendari, Bau Bau, Gorontalo, Benoa, Biak dan Ambon. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi Kilang Pertamina/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menargetkan penyerapan minyak nabati (fatty acid methyl ester/FAME) 8,38 juta kiloliter (KL) tahun ini untuk produksi biodiesel 30% (B30). Penyerapan FAME tersebut naik 52,36% untuk biodiesel 30% (B30).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan target itu meningkat jika dibandingkan dengan serapan FAME untuk B20 pada 2019 yang sebanyak 5,5 juta KL.

"Kami targetkan untuk B30 ini penyerapan FAME di tahun 2020 adalah sebanyak 8,38 juta KL," kata Nicke di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Nicke menjelaskan, peningkatan target ini seiring dengan implementasi B30 pada awal tahun. Bertambahnya penyerapan FAME diyakini bisa meningkatkan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

"Dengan penyerapan ini diharapkan harga CPO Crude Palm Oil (CPO) juga naik yang mendatangkan pendapatan dari sisi pendapatan ekspor dan juga pajak," jelasnya.

Dalam pemaparannya, Nicke menjelaskan penyerapan FAME terus meningkat sejak 2018 silam. Penyerapan FAME untuk biodiesel tercatat sebanyak 3,2 juta KL dengan pencampuran yang dilakukan di 69 lokasi. Hanya saja ada permasalahan dari distribusi dan logistik FAME, sehingga Pertamina melakukan perampingan lokasi pencampuran FAME menjadi 29 lokasi.

"Tahun 2018 penyerapan FAME sekitar 3,2 juta KL. Pencampurannya dilakukan di 69 lokasi. Dikirimkan ke 69 lokasi ada beberapa supplier yang hanya mengirimkan volume kecil, ini menjadi kesulitan dalam pengangkutannya karena menjadi tidak ekonomis. Oleh karena itu kami lakukan penyederhanaan menjadi 29 lokasi saja," jelasnya.

"Sehingga beberapa supplier ini bergabung bisa mengangkut dengan satu kapal dan juga kalau menggunakan kapal kecil ada faktor cuaca dan sebagainya tidak menghambat pengirimannya," tambahnya.



Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)