Pertamina dan Aramco Segera Sepakati Pengembangan Kilang Cilacap

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2020 16:27 WIB
Dirut Pertamina Nicke Widyawati memenuhi panggilan KPK. Ia diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menyeret nama Sofyan Basir.
Foto: Antara Foto/Reno Esnir
Jakarta -

Kesepakatan pengembangan Kilang Cilacap antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco mulai menemui titik terang. Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sudah ada opsi yang disepakati kedua belah pihak, setelah sebelumnya alot di penghitungan valuasi aset Kilang Cilacap.

Nicke menjelaskan bahwa akan segera ditandatangani sebuah kesepakatan bersama paling lambat dalam kurun satu bulan ke depan.

"Targetnya kita dalam maksimum satu bulan ke depan akan menyepakati signing agreement. Dan kalau ini sudah terjadi maka deal itu akan terjadi. Baru lah kita akan melakukan pembangunan," kata Nicke di Komisi VII DPR RI, Rabu (29/1/2020).

Orang nomor satu di perusahaan migas pelat merah itu menjelaskan, skema baru yang disepakati seperti skema kerja sama di Kilang Balikpapan, yang mana tidak perlu ada pengalihan aset.

Jadi skemanya adalah pembentukan perusahaan patungan atau joint venture (JV). Perusahaan bersama itu yang akan membangun kilang tambahan.

"Tetap asetnya ada di dalam neracanya Pertamina, dan Aramco sudah setuju dengan skema ini dan skema ini pun kita lakukan di Balikpapan. Balikpapan pun demikian, kilang eksisting tidak kita spin off. Jadi kita dengan partner ini hanya membangun yang tambahan kapasitas produksi saja," jelasnya.

Ketika pengembangan kilang sudah berjalan, Nicke memperkirakan pembangunannya memakan waktu sekitar 4 tahun.

"Mengenai pembangunan kilang secara umum yang baru itu sekitar 4 tahun. Kami sekarang melakukan terobosan bagaimana mekanisme pengadaan kita lakukan percepatan," tambahnya.



Simak Video "Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Stok Elpiji di Sulsel Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)