Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Feb 2020 15:30 WIB

Disindir Komisaris Rasa Dirut, Ahok Lebih Menonjol dari Bos Pertamina?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jokowi dan Ahok di Kilang TPPI Presiden Jokowi dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias AhokFoto: Dok. Instagram @basukibtp
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa waktu lalu disindir lantaran lebih banyak tampil. Padahal sebagai seorang Komisaris Utama (komut) tugas Ahok hanya memberikan arahan serta rekomendasi kepada jajaran direksi PT Pertamina (Persero).

Pengamat BUMN Said Didu menilai dominasi pemberitaan tentang Ahok disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya, eks Gubernur DKI Jakarta ini tidak menyadari posisinya sebagai komut baik secara hukum maupun publik.

"Saya melihat memang, satu keanehan, dua kelihatannya Ahok tidak menyadari posisinya baik hukum maupun publik, ketiga Dirutnya juga menurut saya adalah kurang pede, keempat Wakomutnya yang menjadi Wakil Menteri juga tidak menegur," kata Said Didu saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Berdasarkan aturan yang berlaku, kata Said Didu, yang mewakili perusahaan dalam hal ini Pertamina adalah jajaran direksi. Sebagai komut, harusnya Ahok hanya memberikan arahan atau rekomendasi, hingga mengawasi kinerja jajaran direksi dalam menjalankan rencana kerja perusahaan.


"Umpanya pembangunan kilang yang diberikan arahan itu bukan menyatakan harus bermitra dengan ini, itu bukan kewenangan komisaris itu, jadi kalau nanti dia ngomong saya arahkan direksi untuk bekerja sama dengan perusahaan minyak ini dia sudah melanggar. Intinya bukan arahan eksekusi tapi arahan kebijakan," jelas dia.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyindir Ahok lantaran menjabat sebagai komut namun bekerja serasa dirut.

"Agak menarik tadi, saya kira ada Pak Ahok tadi, karena biasanya yang tampil mewakili Pertamina Pak Ahok. Wakil Presiden acara Pertamina, mungkin ada komisaris rasa dirut," kata Andre dalam rapat kerja dengan Komisi VI dengan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (3/2/2020).

"Mungkin itu perlu disampaikan, jangan sampai ada komisaris rasa dirut," tambahnya.

Dia mengatakan, seharusnya direktur utama berperan sebagai juru bicara. Ia pun berpesan kepada Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin agar Ahok tak terlalu tampil.



Simak Video "Kabar Penolakan Jadi Bos Pertamina, Ahok: Hidup Gue Salah Melulu"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com