PT Timah Masih Tunggu Izin Lingkungan Buat Ekspansi di Nigeria

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Feb 2020 13:58 WIB
pt timah
Foto: dok. PT Timah
Jakarta -

PT Timah Tbk (TINS) masih menunggu izin untuk ekspansi bisnis di Nigeria. Izin yang dimaksud menyerupai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Afrika kita ada dua fokus yang dijajaki. Kalau yang pertama minta izin semacam AMDAL kalau di Indonesia untuk bangun fasilitas di Nigeria, eksplorasinya sudah berjalan intensif," kata Riza, Senin (10/2/2020).

Sedangkan yang lainnya sedang dalam proses izin pertambangan di Tanzania. Di sana, kata Riza potensi produksinya adalah timah dan beberapa mineral lainnya.

Riza mengungkapkan tantangan terbesar beroperasi di Afrika adalah minimnya infrastruktur dan keamanan.

"Di sana logistik dan bawa peralatan sulit, kedua masalah keamanan. Tapi menurut saya menarik karena sumber dayanya masih cukup baik," ujar dia.

Sebelumnya, PT Timah juga optimistis dengan melakukan ekspansi ke Nigeria. Direktur Keuangan PT Timah Emil Emindra mengungkapkan investasi nantinya dengan kapasitas awal 5.000 metrik ton.

"Investasi di Nigeria ini juga tidak terlalu besar, kapasitas awalnya 5.000 metrik ton," kata Emil di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Selain itu, perseroan juga akan membuka pasar baru penjualan produksi ke beberapa negara di Asia. Saat ini yang sedang dijajaki adalah Korea, Jepang dan India.

Tahun lalu PT Timah berpartisipasi dalam Indonesia Afrika Forum (IAF) di Bali. Dalam acara tersebut juga ditanda tangani penandatanganan shareholder agreement antara Timah dan Topwide Venture Ltd.

Kesepakatan tersebut merupakan lanjutan dari Joint Venture Agreement yang sudah ditandatangani pada Desember 2017 terkait kegiatan usaha pertambangan timah di Nigeria. Direksi shareholder agreement ini memiliki total nilai kerja sama tahap pertama yang diperkirakan hingga US$ 26 juta.



Simak Video "Terciduk! Kapal Timah Ilegal Beroperasi di Perairan Natuna"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)