Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Feb 2020 20:30 WIB

Tak Cukup Bikin Pertamina Transparan, Ahok Perlu Ini untuk Basmi Mafia

Soraya Novika - detikFinance
Sejumlah tokoh terus berdatangan ke pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Dari Ahok hingga Mulan Jameela terlihat sangat semringah. Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Langkah transparansi Pertamina yang diambil Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sangat efektif dalam menyingkirkan mafia minyak dan gas (migas) yang selama ini lama bercokol di tubuh perusahaan pelat merah tersebut.

Hal itu dapat terjadi karena upaya transparansi yang diambil Ahok itu mau tidak mau memaksa internal Pertamina berlaku lebih profesional terutama dalam penyampaian data.

"Dengan transparansi yang dijalankan Ahok ini nantinya bisa membuat mafia migas itu tersingkir dengan sendirinya," ujar Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).

Namun, ia menambahkan, membuat Pertamina transparan saja tak cukup. Ahok juga harus melakukan langkah-langkah tegas lainnya yang bisa menghilangkan mafia migas seutuhnya.

"Jadi selain transparansi perlu juga penegakan hukum yang tegas salah satunya dengan menerapkan reward and punishment," tambahnya.

Selain itu, Ahok diminta berani memecat orang-orang yang tidak profesional di perseroan tersebut.

"Lakukan mutasi terhadap orang-orang yang tidak profesional, supaya memutus jaringan dengan mereka yang istilahnya mafia migas itu, karena mafia migas ini kerap bersinggungan langsung dengan internal-internal di Pertamina, bahkan ada yang dari internal Pertamina itu sendiri, namanya juga penyakit kronis istilahnya patologi birokrasi di Pertamina yang memang sudah ada sejak lama, ini perlu pembenahan serius," paparnya.

Untuk memperkuat posisi Ahok di Pertamina, Ahok diimbau untuk dapat memperkuat jaringannya dengan berbagai pihak terutama kepada para aparat penegak hukum.

"Pak Ahok juga harus melakukan koordinasi dengan stakeholder baik dari aparat penegak hukum maupun dengan perusahaan-perusahaan yang ada di luar negeri, dan dengan pemerintah juga," pungkasnya.

Ahok baru saja membuat gebrakan yang menggegerkan publik. Melalui akun resmi Twitternya @basuki_btp mengumumkan gebrakan transparansi Pertamina.

Dengan begitu, mulai sekarang masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG milik PT Pertamina (Persero). Masyarakat bisa memantau data itu melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

Masyarakat bisa melihat langsung informasi itu di menu informasi pengadaan Pertamina.

Dalam menu tersebut ada tabel besar yang isinya data lengkap kegiatan impor Pertamina. Khusus untuk minyak mentah mulai dari kualitas produk, supplier, volume, hingga harganya dalam nominal dolar. Tercatat pada tahun 2019, total produk yang diimpor mencapai 87.063.238 barel (bbl) dengan nilai US$ 5,72 miliar.



Simak Video "Kabar Penolakan Jadi Bos Pertamina, Ahok: Hidup Gue Salah Melulu"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com