Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Feb 2020 11:24 WIB

Harga Elpiji 3 Kg Jadi Naik Nggak Ya?

Hendra Kusuma, Hendra Kusuma - detikFinance
elpiji Harga Elpiji 3 Kg Jadi Naik Nggak Ya? Foto: detikcom
Jakarta -

MAsyarakat dikejutkan dengan kabar kenaikan harga gas Elpiji 3 kilogram (kg) Januari lalu. Kenaikan harga itu menyusul pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ingin mencabut subsidi bagi masyarakat mampu.

Kenaikan harga dipicu pengubahan skema pemberian subsidi pada gas 'tabung melon' ini. Jadi rencananya pemerintah akan memberikan subsidi berupa dana tunai kepasa masyarakat yang miskin. Sehingga masyarakat tetap membeli gas dengan harga lebih rendah dibandingkan kelompok ekonomi mampu.

Rencana tidak hanya mengejutkan masyarakat saja melainkan para menteri sektor perekonomian pun heran. Pasalnya rencana tersebut sebelumnya tidak pernah pernah dirapatkan namun informasinya sudah bertebaran ke khalayak luas.

Awalnya, Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyebut Kementerian ESDM akan mencabut subsidi Elpiji 3 kg. Subsidi tak lagi diberikan per tabung, melainkan langsung ke penerima manfaat.

Nantinya, harga jual 'gas melon' ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung.

Kebijakan ini ditargetkan pada pertengahan tahun ini. Diharapkan subsidi Elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran dengan menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat miskin.

Berdasarkan survei Kementerian ESDM, rata-rata masyarakat miskin menggunakan 2-3 tabung gas Elpiji 3 kg per bulannya. Dengan begitu, nantinya pembelian tabung keempat dan seterusnya oleh masyarakat miskin tak lagi disubsidi.

"Misalnya dia beli 3 tabung subsidi Rp 100.000 dan bank transfer ke nomor ini (penerima). Nanti bisa dicek rata-rata kebutuhan orang miskin 3 tabung. Kalau beli lebih dari 3 tabung bisa kelihatan berhak atau nggak," ujar Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto di kantornya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Keputusan ini pun sempat membuat Menteri ESDM Arifin Tasrif dicecar banyak pertanyaan dari Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada saat rapat kerja (raker).

Anggota Komisi VII Fraksi PKS Mulyanto meminta Menteri Arifin Tasrif memberi penjelasan terkait wacana kenaikan harga Elpiji 3 kg. Lantaran, wacana ini membuat ramai di masyarakat.

Dia pun kemudian meminta agar wacana ini segera diredam.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com