Tower PLN Roboh, 70% Jaringan Listrik Rembang-Blora Terganggu

Arif Syaefudin - detikFinance
Rabu, 26 Feb 2020 15:51 WIB
Tower SUTT PLN roboh menimpa rumah warga di Rembang, Selasa (26/2/2020).
Foto: Tower SUTT PLN roboh menimpa rumah warga di Rembang, Selasa (26/2/2020). (Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Imbas insiden robohnya tower SUTT di Desa Kabongan Kidul Kecamatan kota Rembang mengakibatkan sebagian besar jaringan listrik di wilayah Rembang dan Blora mengalami gangguan. Bahkan jumlahnya hingga 70 persen.

Manajer ULP PLN Rembang, Arif Setyawan menjelaskan kondisi gangguan jaringan tersebut diprediksi akan berlangsung selama dua hari. Yakni selama proses perbaikan tower berlangsung.

"Semalam usai kejadian persis listrik padam total di 3 Kabupaten, Pati, Rembang dan Blora. saat ini Pati sudah kembali normal semua. Tinggal Rembang dan Blora ini, hanya 30 persen yang bisa terdistribusi," paparnya.

Ia pun menargetkan, perbaikan bisa selesai dikerjakan dan operasional bisa kembali normal setidaknya pada hari Kamis malam besok.


"Targetnya mungkin Kamis malam baru bisa normal secara total. Kami upayakan bisa normal lagi. Kamis pagi kami mulai pasang tower baru, sehingga setidaknya Kamis malam baru bisa proses distribusi normal," jelasnya.

Di sisi lain, selama masa perbaikan, Arif menyebut PLN Rembang hanya mengandalkan distribusi listrik dari jaringan wilayah Jawa Timur. Terkait distribusinya akan diberlakukan sistem bergilir.

"Kami hanya mengandalkan pasokan listrik dari timur saja, sebesar 20 MB untuk cover yang terdampak. Nanti kalau kita naikkan lagi akan beresiko. sistemnya akan pemadaman bergilir ya, khusus wilayah kota tapi," terangnya.

(hns/hns)