Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Mar 2020 18:31 WIB

'Perang Minyak': Rusia Hantam AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Ilustrasi sektor migas Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pekan lalu Rusia membuat keputusan yang mengejutkan dengan menolak permintaan sekutunya OPEC (organisasi negara produsen minyak). Penolakan Rusia itu diambil dengan tujuan menghantam minyak AS (shale oil) yang selama ini bertahan dengan harga tinggi.

Tujuan Putin sebenarnya bukan melawan Arab Saudi, namun untuk merebut kembali pangsa pasar dari AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengetahui bahwa industri minyak Amerika Serikat (AS) dibangun dari utang yang menggunung dan rapuh. Jadi, ketika Arab Saudi meminta pengurangan produksi untuk menahan penurunan harga minyak lantaran kelebihan pasokan, Putin memutuskan untuk melawan.

Setelah Arab Saudi mengatakan akan mengguyur pasokan minyak setelah permintaannya untuk menahan produksi ditolak oleh Rusia. Harga minyak dunia anjlok pada Senin (9/3/2020).

Harga minyak mentah menjadi sangat murah, AS anjlok sampai 26% ke level terendah dalam empat tahun, yakni US$ 31,13 per barel.

Sehingga banyak perusahaan shale oil AS akan terpaksa memangkas produksi. Kekhawatiran kebangkrutan sudah merayap melalui patch minyak.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Harga Minyak Anjlok, Trump Borong 75 Juta Barel"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com