400 Pekerja Smelter Asal China Dilarang Balik ke RI Gara-gara Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2020 13:29 WIB
Komisi VII DPR RI siang ini menggelar rapat dengan sejumlah perusahaan tambang dan Dirjen Minerba Kementerian ESDM. Mereka yang hadir di antaranya Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono dan Direktur Eksekutif Freeport Tony Wenas.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan, virus corona bakal berdampak pada sektor tambang. Bambang mengaku, dirinya baru saja melakukan kunjungan kerja untuk memantau pembangunan smelter di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Di sana, Bambang mendapat keterangan di mana pekerja asal China yang pulang kampung tak bisa kembali ke Indonesia.

"Kalau untuk pekerja smelter kebetulan mengalami sendiri datang Virtue Dragon Sultra memang yang masih tahap pembangunan ada yang terganggu karena tenaga kerja China yang pulang tak bisa masuk kembali," katanya di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

Dia menyebut pekerja asal China yang tidak bisa balik ke Indonesia antara 300 hingga 400 pekerja.

"Jadi mereka terganggu karena 300-400 pekerja tidak bisa kembali," terangnya.

Meski begitu, dia menuturkan, hingga saat ini belum ada laporan dari perusahaan tambang yang terganggu karena virus corona. Bambang mewaspadai virus ini akan memberi pengaruh, cepat atau lambat.

"Saya kira pengaruh cepat atau lambat pasti ada, untuk saat ini perusahaan masih belum menyampaikan hal-hal yang menyangkut gangguan itu untuk saat ini," kata Bambang.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)