Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Mar 2020 11:35 WIB

Pertamina Gunakan APD Sesuai Standar Kesehatan saat Pengisian Avtur

Angga Laraspati - detikFinance
Pertamina Foto: Pertamina
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) telah ditetapkan menjadi Pandemi oleh World Health Organization (WHO) dan Bencana Nasional Non-Alam oleh Pemerintah. Namun, Pertamina tetap menjalankan proses bisnisnya dalam memenuhi kebutuhan energi salah satunya dari sektor penerbangan.

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V - Jatimbalinus menyikapi keadaan ini dengan memastikan para personelnya selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan, khususnya untuk pekerjaan yang berisiko terpapar penyebaran virus Corona.

Di sektor layanan bahan bakar penerbangan, Pertamina melalui unit operasinya Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda juga telah mengantisipasi hal tersebut. Di antaranya menyediakan APD standar seperti coverall atau safety vest, sarung tangan, sepatu safety, serta earmuff bagi kru operasional refueling pesawat.

"Semenjak munculnya kasus Virus Corona, Pertamina telah menyiagakan para personel di lapangan yang memiliki risiko lebih tinggi akan virus ini dengan menyiapkan APD tambahan seperti halnya di DPPU Juanda, untuk pelayanan penerbangan domestic maupun Internasional," ujar Unit Manager Communication & CSR MOR V - Jatimbalinus Rustam Aji dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2020).

Seperti pada hari Selasa (17/3) yang lalu, satu penumpang dievakuasi dari penerbangan Cathay Pacific dari Hongkong menuju ke Bandara Internasional Juanda karena memiliki gejala COVID-19. "Menyikapi hal ini, Pertamina tegas menginstruksikan personil refueling pesawat yang melakukan pengisian Avtur ke pesawat tersebut untuk menggunakan APD sesuai yang disyaratkan," ujar Rustam.

Adapun APD yang diberikan kepada personil refueling ini lebih khusus, yakni Hazardous Materials Suit (Hazmat), masker, sarung tangan, earmuff, serta sepatu safety guna meminimalisir terpapar oleh Virus COVID-19. Selain itu, akan dilakukan juga penyemprotan disinfektan untuk refueller yang digunakan. Pesawat tersebut akhirnya berangkat kembali ke Hongkong pada pukul 09.50 WIB hari Rabu (18/3) dan melakukan pengisian Avtur sekitar 1.200 liter.

Di luar penerbangan Cathay Pacific tersebut, Rustam menegaskan Pertamina selalu mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment) dalam menjalankan operasi bisnisnya dari hulu hingga ke hilir.

"Setiap harinya, para pekerja yang bekerja di area operasi harus selalu menggunakan APD sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dalam menyalurkan energi kepada konsumen-konsumen dari Pertamina," tegas Rustam.

Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi mulai dari fungsi hulu migas, kilang, distribusi hingga pemasaran tetap berjalan baik. Sehingga ketersediaan dan penyaluran energi di seluruh tanah air juga berjalan dengan lancar.



Simak Video "Jurus Ahok Tangkal KKN di Pertamina: Semua Harus Ditransparankan!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com