Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Apr 2020 18:30 WIB

Melihat Lagi Rencana Jokowi Gratiskan Tagihan Listrik 3 Bulan

Danang Sugianto - detikFinance
Warga mengisi token listrik di salah satu room kelistrikan di Rusun Cipinang Besar Selatan, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengkaji ulang pembayaran listrik dengan sistem token karena dinilai mengandung unsur monopoli bayaran. Rachman Haryanto/detikcom. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk membebaskan pembayaran listrik selama 3 bulan. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin.

Jokowi mengatakan hal itu sebagai kompensasi atas himbauan pemerintah kepada masyarakat agar tetap di rumah. Jokowi mengatakan, pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan. Jumlah pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan.

"Tentang tarif listrik, perlu saya sampaikan untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan," katanya dalam konferensi pers melalui virtual, Selasa (30/3/2020).

Pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA itu hanya berlaku untuk periode April, Mei hingga Juni 2020.

Selain itu pemerintah juga memberikan relaksasi untuk pelanggan 900 VA. Golongan itu akan diberikan diskon tarif sebesar 50% dengan masa pemberlakuan yang sama.

"Sedangkan pelanggan 900 VA jumlahnya 7 juta pelanggan akan didiskon 50%. Artinya bayar separuh untuk April, Mei, dan Juni 2020," tuturnya.

Nah yang masih jadi pernyataan adalah bagaimana skema ini diterapkan pada pelanggan listrik prabayar alias pengguna token?

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana memaparkan pemerintah akan memberikan keringanan sejumlah penggunaan maksimum KWh selama tiga bulan ke belakang. Untuk golongan 450 VA, mulai April, Mei, hingga Juni akan mendapatkan listrik gratis sebesar jumlah penggunaan maksimum di tiga bulan sebelumnya dari Januari ke Maret.

"Untuk prabayar golongan 450, atau yang beli token, itu diberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan. Kami dan PLN, sudah punya profile-nya pelanggan dan mereka ketahuan beli maksimumnya dalam 3 bulan terakhir itu berapa," kata Rida lewat video conference kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).

"Itu lah yang kita berikan secara gratis 3 bulan ke depan, angka maksimumnya dia beli selama 3 bulan kemarin," sambungnya.

Sementara itu untuk pelanggan golongan 900 VA, pemerintah tetap menggunakan angka pembelian listrik maksimum selama tiga bulan sebelumnya. Nantinya, setengah jumlah listrik dari angka tersebut akan digratiskan.

"Sementara untuk prabayar atau token 900 VA, persis seperti yang 450 VA hanya saja mereka tidak gratis, mereka hanya mendapatkan daya gratis 50% dan itu berlaku tiga bulan untuk April, Mei, dan Juni," ujar Rida.

Dengan kebijakan ini Rida mengatakan masyarakat pengguna listrik golongan 450 VA dan 900 VA tidak akan belanja listrik bulanan sebesar biasanya, dan akan berlaku mulai bulan April hingga Juni.

"Intinya pada bulan April ini golongan pelanggan tersebut tidak belanja listrik sebagaimana mestinya bulan-bulan sebelumnya. Yang token 450 VA dapat gratis daya dan untuk 900 VA bayar ibarat bayar setengahnya," ungkap Rida.



Simak Video "Asyik! Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Sampai September"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com