Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Apr 2020 17:01 WIB

Pak Jokowi, Pengusaha Juga Minta Diskon Tagihan Listrik

Anisa Indraini - detikFinance
Subsidi Listrik Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Pemerintah memberi keringanan tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga selama April-Juni 2020 untuk mengatasi dampak virus corona (COVID-19). Adapun pelanggan 450VA akan digratiskan penuh, sedangkan 900VA bersubsidi diberikan diskon 50%.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman meminta insentif itu diberlakukan juga kepada pengusaha tekstil. Mengingat arus kas perusahaan terdampak wabah COVID-19, sementara listrik merupakan komponen pengeluaran perusahaan yang cukup besar.

"Cashflow industri kan terganggu karena pasar sepi sekali sekarang. Salah satu unsur biaya produksi kan listrik," ujar Rizal kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Pihaknya pun juga meminta keringanan. Dia berharap pembayaran tarif listrik hanya 50% selama 6 bulan (April-September 2020). Sisa 50%-nya sebagai jaminan cicilan berupa giro mundur selama 12 bulan.

"Kami minta stimulus ke pemerintah untuk penangguhan pembayaran PLN 6 bulan ke depan (April-September 2020), jadi dicicil nanti 12 bulan," sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta agar perhitungan tarif listrik minimum ditiadakan sementara waktu. Sehingga tarif listrik yang dibayar benar-benar hanya sesuai pemakaian.

"Jadi minimum rekening itu kita pakai (listrik) atau nggak pakai listrik tetap besar. Jadi kita minta itu dihapuskan untuk menjaga cashflow industri karena itu pengaruhnya besar ke cashflow kita. Sekarang market sepi artinya cashflow terganggu, sedangkan kewajiban bayar listrik tetap berjalan," ucapnya.

Jika permintaan tidak segera direalisasikan, Rizal bilang, pabrik tekstil bisa mengalami kebangkrutan.

"Jadi kita minta ada relaksasi untuk cashflow, kalau nggak nanti collapse pabriknya," katanya.

Selain itu, pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga meminta hal yang sama. Ia meminta tarif listrik bulanan dari hotel yang tengah babak belur ini diberikan diskon.

"Tolong kita dikasih diskon karena pemakaian kita kan cukup besar. Sedangkan daya yang kita miliki tidak cocok lagi dengan revenue kita. Tentu kita wajar dong kali ini minta diskon," imbuh Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran kepada detikcom, Rabu (1/4/2020).



Simak Video "Bisakah PLN Tunda Tagihan Listrik Warga yang Tak Mampu Saat Pandemi?"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com