Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 20:04 WIB

Pelanggan 1.300VA Bisa Dapat Keringanan Bayar Listrik?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Warga memasukkan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4/2020). Dampak penyebaran pandemi virus COVID-19, Pemerintah mmenggratiskan pembayaran listrik bagi 24 juta masyarakat miskin, untuk pelanggan berdaya listrik 450 VA gratis biaya listrik selama 3 bulan (April-Juni 2020) sedangkan bagi pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc. Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Anggota Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan Deddy Sitorus meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir mempertimbangkan pelanggan 1.300VA dapat keringanan listrik. Sebagaimana diketahui, pemerintah sebelumnya menyatakan membebaskan biaya listrik untuk golongan 450VA dan diskon 50% untuk golongan 900VA subsidi.

Deddy mengatakan, hal itu merupakan permohonan sejumlah daerah. Menurutnya, pelanggan golongan 1.300 VA jumlahnya sangat banyak dan terdampak virus corona.

"Ada permohonan dari banyak daerah terkait yang namanya listrik, pemerintah hanya cover 400 dan 900VA kalau saya tidak salah, tapi kalau lihat piramida 1.300VA cukup besar dan banyak masyarakat tidak mendapat 400-900 dipaksa untuk ambil 1.300," katanya dalam rapat kerja online, Jumat (3/4/2020).

"Mungkin perlu dipertimbangkan bagaimana PLN apakah cash flow mereka atau seperti apa, supaya ini juga diperhatikan karena sangat berdampak bagi masyarakat," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi VI Fraksi PKB Nasim Khan. Ia meminta pemerintah mengkaji pemberian keringanan listrik golongan 1.300VA.

"Kalau bisa jangan hanya sampai 900, kita harapkan 1.300VA masyarakat menegah bawah sangat butuh, itu coba diperhitungkan lagi," ujarnya.

Menanggapi itu, Erick Thohir mengatakan, pemerintah memberikan stimulus sekitar Rp 405 triliun untuk mengatasi dampak corona, termasuk di dalamnya mengenai listrik. Terkait usulan anggota dewan, Erick mengatakan akan menyampaikan hal itu pada Presiden Joko Widodo.

"Tentu kalau ada permintaan 1.300VA mungkin saya sampaikan, tapi otoritas tidak saya, tapi saya sampaikan Bapak Presiden ataupun daripada Menko Perekonomian," katanya.

Sementara, pengusaha meminta agar pemerintah tidak tebang pilih dalam memberikan insentif pada masyarakat.

"Jika ekonomi mau membaik di tengah badai corona, pemerintah harus pakai gaya virus corona itu sendiri, yang tidak tebang pilih. Dari yang miskin sampai yang kaya. Nggak, pandang jabatan. Nggak pilih kasih," kata Deputi Kadin Indonesia Nofel Saleh Hilabi.

Nofel mencontohkan terkait listrik gratis bagi pelanggan golongan 450 VA dan diskon golongan subsidi 900 VA. Padahal, semua lapisan masyarakat terkena dampak pandemi.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini yang paling terdampak adalah pelaku usaha menengah ke atas.

"Jika kita dipaksa bayar listrik ataupun abodemen, begitu juga di rumah kita harus bayar listrik lagi. Sedangkan pemasukan nggak cukup. Seharusnya listrik digratiskan, karena ini salah satu kebutuhan dasar masyarakat luas tanpa tebang pilih, antara si miskin dan si kaya. Seperti corona yang tidak tebang pilih. Jadi pemerintah harus hadir di sini untuk rakyatnya," ujar Nofel.



Simak Video "Erick Thohir Buka-bukaan Rencana Rombak Sarinah"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com