PGN Terapkan Transaksi Non Tunai Pengisian BBG

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Senin, 20 Apr 2020 22:30 WIB
PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak perusahaan yaitu PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) mengoptimalkan sistem pembayaran non tunai untuk produk gas sebagai bahan bakar kendaraan bermotor yaitu GasKu. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Direktur Utama Gagas Muhammad Hardiansyah mengungkapkan pihaknya menerapkan sistem pembayaran non tunai untuk transaksi GasKu di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu juga meningkatkan pelayanan untuk kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah situasi penyebaran COVID-19 serta menyukseskan program pemerintah mengenai Langit Biru (Program Langit Biru).

"Pada tahap awal periode Maret-Mei 2020, Gagas menerapkan 2 sistem pembayaran berupa tunai dan non tunai. Selanjutnya, mulai Juni 2020, pelanggan GasKu di SPBG dan MRU hanya dapat melakukan pembayaran menggunakan sistem non tunai," ungkap Hardiansyah, dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2020).

Hardiansyah mengungkapkan untuk penerapan sistem pembayaran non tunai ini, Gagas bekerja sama dengan Bank Mandiri melalui sistem pembayaran e-money dan debit mandiri. Selain itu, terdapat opsi pembayaran non tunai lain menggunakan LinkAja.

Menurutnya penerapan sistem pembayaran non tunai ini, sekaligus untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Selain itu, hal ini juga sejalan dengan program PT Pertamina (Persero) sebagai Holding BUMN Migas, PGN yang juga akan mulai mempersiapkan sistem pembayaran non tunai dengan target pada November 2020.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan dengan berkurangnya aktivitas masyarakat dikarenakan Corona khususnya di daerah Jabodetabek dan kota lainnya, maka membuat sebagian kegiatan di sektor transportasi dan sektor industri menurun. Hal ini secara langsung juga mempengaruhi tingkat polusi udara yang menjadi berkurang dan membuat langit di beberapa kota menjadi lebih cerah.

"Ketika pandemi virus COVID-19 ini sudah mereda dan aktivitas masyarakat berangsur pulih, ada beberapa cara untuk mempertahankan kualitas udara serta langit yang biru seperti sekarang, salah satunya adalah beralih ke bahan bakar gas yang ramah lingkungan yaitu Gasku untuk kendaraan," ujar Rachmat.

Rachmat mengungkapkan PGN senantiasa menjunjung tinggi aspek perlindungan konsumen sehingga akan meningkatkan transaksi non tunai di seluruh SPBG dan MRU agar aman dan andal. Penerapan sistem pembayaran non tunai juga akan membuat transaksi menjadi lebih efisien, mudah, dan aman baik untuk konsumen maupun petugas atau operator di SPBG dan MRU.

"Penggunaan transaksi non tunai juga dirasa tepat penerapannya saat ini untuk dapat menghindari bakteri atau virus di tengah pandemik Covid-19 saat ini. Pembayaran non tunai dapat mengurangi pemakaian uang kertas yang bisa menjadi perantara bakteri dan virus. Jika melakukan pembayaran menggunakan kartu atau HP, bisa lebih mudah untuk disterilkan setelah digunakan," pungkas Rachmat.

Sebagai informasi, Program Langit Biru dari pemerintah bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara serta mewujudkan perilaku sadar lingkungan. Produk GasKu termasuk sebagai bahan bakar energi yang ramah lingkungan, karena memiliki emisi gas buang yang lebih bersih dibandingkan dengan BBM serta tingkat oktan yang lebih tinggi sehingga pembakaran lebih optimal dan membuat mesin kendaraan menjadi lebih awet.

Harga GasKu juga tergolong lebih efisien dibandingkan bahan bakar lain yaitu Rp 3.100/lsp (liter setara premium) di Jabodetabek dan Rp 4.500/lsp di luar Jabodetabek. Sejauh ini, PGN telah menyalurkan gas bumi untuk untuk sektor transportasi sebesar 1,3 BBTUD, melalui 12 SPBG dan 4 MRU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ke depannya PGN berupaya untuk mengoptimalkan infrastruktur existing yang sudah ada dengan memberikan layanan tambahan untuk pengguna SPBG.



Simak Video "Detik-detik Pipa Gas Bocor di Lokasi Proyek Tol Layang Cakung"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)