Harga Minyak Minus, Ratusan Perusahaan Migas Terancam Bangkrut

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2020 12:05 WIB
Minyak Dunia Anjlok
Foto: Reuters
New York -

Industri minyak Amerika Serikat (AS) gonjang-ganjing. Pandemi virus Corona telah menyebabkan permintaan minyak turun sehingga dunia kehabisan ruang penyimpanan.

Pada saat yang sama, Rusia dan Arab Saudi gegerkan dunia dengan pasokan minyak yang berlebih.

Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei anjlok ke titik lebih rendah dari US$ 0 alias minus. Hal ini belum pernah terjadi sama sekali sejak minyak diperdagangan di NYMEX pada 1983.

Ratusan perusahaan minyak di AS menanggung terlalu banyak utang. Beberapa dari mereka tidak dapat bertahan jika harga minyak terus menurun.

Kepala Riset Rystad Energy Artem Abramov memperkirakan pada 2021 banyak perusahaan minyak di AS akan mengalami kebangkrutan. Jika harga minyak jatuh ke US$ 10 akan ada 1.100 perusahaan yang akan bangkrut.

Rekor harga minyak terendah ini terjadi saat Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk mengakhiri perang harga setelah Presiden Donald Trump turun tangan.

Trump mengatakan perjanjian OPEC akan menyelamatkan banyak pekerjaan dan stabilitas yang sangat dibutuhkan untuk produksi minyak. Namun, kesekpatan OPEC untuk memangkas produksi minyak gagal meredam anjloknya harga.

Saham-saham di sektor energi S&P 500 telah kehilangan lebih dari 40% nilainya tahun ini. Noble Energy, Halliburton, Marathon Oil, dan Occidental semuanya telah kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya. Bahkan saham ExxonMobil sudah anjlok 38%.

Whiting Petroleum menjadi perusahaan minyak pertama yang mengajukan kebangrutan pada 2 April lalu.

Dengan skenario nilai minyak US$ 20 atau Rp 300 ribu (kurs 15.300/dolar AS) Rystad memperkirakan lebih dari US$ 70 miliar (Rp 1.094 triliun) utang perusahaan minyak harus direstrukturisasi gara-gara bangkrut.

Sementara di 2021 jumlahnya akan bertambah menjadi US$ 177 miliar (Rp 2.700 triliun). Nilai ini hanya mewakili perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, belum termasuk industri jasa yang menyediakan alat dan tenaga bagi pengebor.



Simak Video "Harga Minya Dunia Anjlok, Jokowi: Manfaatkan Peluang Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)