Bukan Minyak Mentah, Harusnya Pertamina Beli BBM Siap Pakai

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2020 23:00 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menyoroti langkah Pertamina mengimpor 10 juta barel minyak mentah. Dia menilai harusnya Pertamina melakukan impor BBM siap pakai.

Yusri menilai saat ini harga BBM siap pakai jauh lebih murah dibanding minyak mentah.

"Kan dia berpikir begini dia mau impor minyak mentah karena murah. Padahal, produk minyak kayak avtur, gasoline, dan lainnya itu justru lebih murah," kata Yusri kepada detikcom, Selasa (21/4/2020).

Yusri menjelaskan harga BBM siap pakai saat ini lebih murah karena membludaknya pasokan di kilang-kilang negara penghasil minyak. Terlebih lagi di tengah wabah Corona banyak transportasi berhenti beroperasi, sehingga pemakaian BBM tak banyak.

"Faktanya di luar itu banyak alat transportasi berhenti pesawat berhenti. Nah kilang bingung ini, minyak mau taruh di mana, maka mereka jadi obral, harga dimurahkan sekali," jelas Yusri.

"Itu sekitar US$ 2-4 per barel lebih murah harganya daripada impor minyak mentah," tambahnya.

Justru menurut Yusri salah besar bila Pertamina membeli minyak mentah, pasalnya meski harganya murah pengolahannya untuk menjadi BBM dinilai sangat mahal. Yusri menilai kilang milik Pertamina sudah tua dan tidak efisien, mengolah minyak di sana biaya operasionalnya besar.

Memang, kilang tak boleh berhenti beroperasi namun bukan saatnya melakukan pengolahan minyak banyak-banyak. Karena hanya akan menambah beban operasional.

"Tapi yang mesti diketahui adalah kilang Pertamina ini nggak efisien, biaya operasional besar karena udah tua. Hanya memang kilang nggak boleh disetop total, tapi bukan berarti produksi banyak," kata Yusri.



Simak Video "Bau Busuk Keluar dari Sumur Pertamina di Bojonegoro, Warga Pusing dan Mual"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)