Harga Minyak Dunia Minus, Kok BBM Belum Turun?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2020 07:50 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok
Foto: Reuters
Jakarta -

Harga minyak mentah dunia terus anjlok terkena dampak virus Corona, bahkan minyak mentah Amerika Serikat (AS) sampai tercatat minus. Namun, PT Pertamina (Persero) hingga saat ini belum menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, harga BBM ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Namun, dari sisi Pertamina juga ada pertimbangan.

Nicke menuturkan, jika Pertamina BUMN trading maka harga BBM bisa langsung turun. Namun, sebagai BUMN, Pertamina tak mungkin menyetop kilang dan produksi di hulu.

"Jadi maksudnya begini terus terang dari hulu kami tidak mungkin meng-adjust seluruh opex dan capex supaya sesuai dengan harga crude hari ini. Terus terang saja biaya produksinya lebih tinggi dari harga crude hari ini," paparnya dalam rapat dengan Komisi VII, Selasa kemarin (21/4/2020).

Dia bilang, Pertamina juga mesti memprioritaskan untuk menyerap produksi dalam negeri.

"Kita prioritaskan crude dalam negeri yang secara overall memang lebih mahal. Kami juga diskusi ESDM bagaimana supaya kami tetap menyerap tapi diberi relaksasi harga," sambungnya.

Begitu juga dengan produksi kilang. Nicke menjelaskan saat ini tak mungkin melawan harga BBM impor karena harganya lebih murah.

"Demikian kilang, terus terang sekarang kilang kita nggak mungkin melawan harga impor. Kami membeli BBM impor harganya lebih murah dibanding harga crudenya. Waktu di pertengahan atau akhir Maret kami membeli crude harganya US$ 24 per barel tapi harga gasoline US$ 22,5. Dalam kondisi ini ya lebih baik kita tutup semua kilang, tapi kan kita nggak boleh seperti itu," jelasnya.


Nicke pun menambahkan, dari sisi harga sebenarnya BBM Indonesia lebih murah jika dibandingkan negara kawasan regional.

"Kalaupun nanti ini harga harus turun, satu hal lagi informasi kalau kita bandingkan harga kita dengan negara lain regional sebetulnya harga kita hanya kalah dengan Malaysia karena kita juga terdepresiasi rupiahnya. Kita bandingkan dalam US$ untuk gasoline US$ 0,49, Rp 7.650," ujarnya.

"Diesel price harga kita Rp 5.150 itu US$ 0,33 ini paling murah malah," ujarnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]